Investasi yang Menyerap Tenaga Kerja Tinggi Didorong Diperkuat

Ilustrasi tenaga kerja di industri tekstil. Foto: Dok. Kemenperin.

Investasi yang Menyerap Tenaga Kerja Tinggi Didorong Diperkuat

Fachri Audhia Hafiez • 19 August 2026 19:09

Jakarta: Investasi yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi didorong diprioritaskan. Hal ini demi memperkuat industri nasional.

“Prioritaskan investasi yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, membangun rantai pasok di dalam negeri, memperkuat industri nasional, dan memberikan nilai tambah nyata bagi daerah tempat investasi tersebut beroperasi,” ujar anggota Komisi XI DPR Charles Meikyansah dikutip melalui keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2026.
 


Charles menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45 persen pada semester pertama 2026 harus mampu diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tak boleh sekadar diukur dari tingginya angka statistik investasi.

"Bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Mulai dari menghasilkan pekerjaan yang layak bagi rakyat, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga memperkuat daya beli yang dapat memperkuat ekonomi kerakyatan," ucap Charles.

Charles sepakat dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir. Namun, sarana untuk mencapai kemakmuran rakyat.

"Seperti yang disampaikan Pak Presiden, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur melalui angka pertumbuhan dan besarnya investasi, tapi bagaimana pertumbuhan ekonomi tinggi dapat dinikmati sebesar-besarnya oleh rakyat," jelas Charles.


Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Ia juga menilai insentif fiskal dan fasilitas investasi wajib diarahkan pada sektor-sektor strategis yang melibatkan UMKM, mendorong penggunaan komponen lokal, hingga mentransfer teknologi kepada tenaga kerja domestik.

"Investasi harus menggerakkan industri dalam negeri, melibatkan UMKM, meningkatkan penggunaan komponen lokal, memperluas transfer teknologi, serta membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas," urai Charles.

(Fachri Audhia Hafiez)