Dolar AS. Foto: Xinhua/Zhang Chunlei.
Dolar AS Melemah Lagi, Investor Pelototi Kebijakan Fed dan Negosiasi AS-Iran
Husen Miftahudin • 6 August 2026 08:45
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan pelemahan pada perdagangan New York, Rabu waktu setempat. Mengutip Finance.biggo.com, Kamis, 6 Agustus 2026, indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) ditutup di level 99,676, tetap berada di bawah level psikologis 100.
Pelemahan dolar dipicu keputusan Departemen Keuangan AS yang mempertahankan panduan penerbitan surat utang pemerintah tanpa perubahan. Kebijakan tersebut mengindikasikan pemerintah belum akan meningkatkan ukuran lelang obligasi pemerintah bertenor panjang hingga 2027.
Langkah tersebut meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi lonjakan pasokan obligasi pemerintah AS yang sebelumnya dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan.
Baca Juga :
Dolar AS Digilas Sejumlah Mata Uang Utama Dunia
Digilas euro hingga yen
Pada perdagangan Rabu, dolar AS melemah terhadap euro menjadi USD1,1553 per euro. Sementara itu, nilai tukar dolar relatif stabil terhadap yen Jepang di kisaran 157,75 yen per dolar AS.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan kekhawatiran terhadap pelemahan yen yang dinilai berpotensi memicu devaluasi kompetitif di kawasan Asia.
"Pelemahan yen berpotensi memicu devaluasi kompetitif di mata uang Asia, mengingatkan pada krisis keuangan Asia pada 1990-an. Amerika Serikat tidak mengesampingkan opsi intervensi apa pun," tutur dia.

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Pasar pelototi negosiasi Hormuz dan arah kebijakan Fed
Selain mencermati pergerakan pasar obligasi, investor juga memantau perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di saat yang sama, pelaku pasar menunggu arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang masih menjadi faktor utama dalam menentukan prospek pergerakan dolar AS.
Kombinasi sentimen tersebut membuat Indeks Dolar AS tetap berada di bawah tekanan setelah menembus level 100 dalam beberapa hari terakhir.