Polresta Tangerang Sekat Tol dan Stasiun Cegah Pelajar Ikut Penyampaian Aspirasi

Ilustrasi - Sejumlah petugas dari Polresta Tangerang melakukan penghadangan aksi massa demonstrasi dalam agenda simulai pengamanan di Kabupaten Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M

Polresta Tangerang Sekat Tol dan Stasiun Cegah Pelajar Ikut Penyampaian Aspirasi

Lukman Diah Sari • 26 August 2026 16:48

Kabupaten Tangerang: Polresta Tangerang, Polda Banten, melakukan penyekatan untuk mencegah pergerakan massa khususnya pelajar, menuju Gedung DPR RI, Jakarta. Penyekatan dilakukan guna mengantisipasi massa yang akan menyampaikan aspirasi warga Pati, pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Leksono, mengatakan penyekatan ini utamanya menyasar kelompok pelajar serta pergerakan massa dari wilayah luar Pulau Jawa.

"Infonya dari Lampung dan Sumatra akan ada rencana pergerakan. Makanya kita memperkuat pengawasan di jalan tol," kata Tri di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 26 Agustus 2026, melansir Antara.

Guna menghalau laju demonstran, Polresta Tangerang memfokuskan penyekatan di sejumlah titik krusial, meliputi:
  • Jalur Tol Merak–Tangerang: Memperketat pengawasan pergerakan massa antarpulau, khususnya dari Sumatra.

  • Jalur Arteri (Jalan Raya Serang): Merazia kendaraan berkapasitas besar, seperti bus dan truk bak terbuka, yang kerap disalahgunakan untuk mengangkut massa aksi.

  • Stasiun KRL (Daru dan Tigaraksa): Menyekat pergerakan massa pengguna jasa commuter line, khususnya dari kalangan pelajar dan remaja.

"Itu (kendaraan) kita harus lebih selektif dan ketat lagi memeriksanya. Apalagi demo tahun kemarin itu mayoritas ibaratnya adalah pelajar," jelas Tri.

Terkait antisipasi di stasiun KRL, petugas kepolisian disiagakan untuk langsung menghalau massa yang dicurigai akan berbuat rusuh. "Kalau misal ada yang berangkat, kita sekat di setiap stasiun. Untuk penyekatan mobilisasi massa gelap ini difokuskan pada dua stasiun KRL di wilayah hukum Polresta Tangerang, yakni Stasiun Daru dan Tigaraksa," terangnya.


Ilustrasi unjuk rasa. Foto: Metrotvnews.com.

Guna memaksimalkan upaya pencegahan, polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah lembaga pendidikan agar meningkatkan pengawasan terhadap para peserta didiknya.

"Terus pengetatan kita ke sekolah-sekolah, supaya para guru di sekolah agar pas tanggal 27 (Agustus) itu mengabsen kembali murid-muridnya," tutup Tri.

(Lukman Diah Sari)