Kisah Ipda Endar dan Brigpol Febri, 2 Polisi Penambal Jalan di Padangsidimpuan

Ipda Endarianto dan Brigpol Febri berjibaku menambal jalan berlubang di Jl. Raja Inal Siregar Kel. Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara. Foto: Dok. Istimewa.

Kisah Ipda Endar dan Brigpol Febri, 2 Polisi Penambal Jalan di Padangsidimpuan

Siti Yona Hukmana • 5 July 2026 22:09

Jakarta: Panas terik tak menyurutkan langkah dua personel Polri menambal bahu jalan berlubang di Jl. Raja Inal Siregar, Kel. Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara. Keduanya ialah Kanit Gakkum Satlantas Polres Padangsidimpuan Ipda Endarianto dan Brigpol Febri Erlanda Pohan.
 
Bahu jalan itu menganga sejak Maret 2026 dan telah menelan korban. Sebanyak dua truk terguling di jalan lintas Sumatra itu pada Maret dan Mei 2026. Saat cuaca cerah, Ipda Endar dan Brigpol Febri berjibaku menambal titik-titik lubang demi mencegah kecelakaan terulang dan memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan lain.  
 
Kepedulian yang dihadirkan dalam aksi sederhana, namun memberi dampak nyata ini dilakukan dua personel Polri usai menerima keluhan masyarakat. Selain dua truk terguling, lubang sedalam 30 cm itu membuat mobil pribadi, sepeda motor, dan pejalan kaki terperosok.
 
“Makanya, atas persetujuan dari Kasat Lantas (AKP Jonni Silalahi) dan atas bimbingan Bapak Kapolres (AKBP Wira Prayatna) saya berinisiatif untuk menambal jalan tersebut,” kata Ipda Endar kepada Metrotvnews.com, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ipda Endar dan Brigpol Febri menambal bahu jalan berlubang itu dua kali, yakni Maret dan Mei 2026. Penambalan pertama yang hanya menggunakan tanah kembali berlubang akibat tergerus air hujan.
 
Semangat menjunjung tinggi keselamatan masyarakat tidak pudar, kedua personel Polri itu kembali bercucuran keringat membawa batu kali besar dan menurunkannya menggunakan cangkul hingga menutupi lubang yang menganga pada Mei 2026. Kini, lubang horror itu berhasil tertutup menggunakan batu kali sebanyak satu truk colt diesel, tanpa kembali tergerus air hujan.
 
“Alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan jalan itu dan alhamdulillah sampai bulan Juli ini tidak ada laka lantas di situ,” ujar Ipda Endar.
 
Ipda Endar puas jerih payahnya menambal bahu jalan berlubang dapat menekan angka kecelakaan di wilayah tersebut. Ia pun berpesan kepada seluruh anggota Polri untuk menjadi polisi yang bermanfaat bagi masyarakat.
 
“Tindakan sekecil apa pun kalau kita kerjakan dengan ikhlas pasti masyarakat akan menilainya dengan baik,” tutur Endar.
 
Aksi nyata untuk masyarakat ini sesuai amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yakni bekerja lebih profesional, modern, dan dekat dengan masyarakat. Bahkan, Hari Bhayangkara ke-80 kembali mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, sebagai bentuk komitmen Korps Bhayangkara terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
 
"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada seluruh personel dan keluarga besar Polri atas kerja keras, dedikasi, serta pengorbanan tanpa pamrih dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara," kata Kapolri dalam sambutan saat peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026.
 
Berkat aksi sederhana yang memberi dampak nyata di masyarakat, Korps Bhayangkara akhirnya menorehkan rapor positif dalam evaluasi publik pada April 2026. Berdasarkan survei Litbang Kompas, terjadi peningkatan signifikan pada indikator citra, kepuasan, hingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Citra kelembagaan Polri naik menjadi 71,5 persen dari 2025, yaitu 64,4 persen. Sementara itu, tingkat kepercayaan meningkat sebesar 82,4 persen, dari yang sebelumnya 76,2 persen.
 
Ipda Endar dan Brigpol Febri Diganjar Penghargaan
 
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna memberikan penghargaan kepada kedua anggotanya. Wira menyebut jalan yang ditambal Ipda Endar dan Brigpol Febri merupakan jalan lintas antara Sumatra Utara dan Sumatra Barat, serta jalan lintas Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan. Sehingga, harus segera diperbaiki untuk memastikan masyarakat dapat berkendara lebih aman.
 
“Kami selalu rutin menekankan kepada anggota agar kita lebih peduli di mana kita bekerja, supaya kerawanan-kerawanan atau gangguan kamtibmas itu tidak terjadi,” ujar AKBP Wira kepada Metrotvnews.com.
 
Langkah cepat mengatasi permasalahan di jalan raya dinilai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. Maka itu, ia memberi penghargaan, karena aksi nyata untuk masyarakat itu harus diapresasi oleh institusi atau negara atas kegiatan yang dilakukan di luar tugas pokok.

Ipda Endarianto dan Brigpol Febri berjibaku menambal jalan berlubang di Jl. Raja Inal Siregar Kel. Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara. Foto: Dok. Istimewa.

Selain itu, aksi kedua anggota dinilai sesuai dengan tema HUT Bhayangkara, yakni “Mengabdi 80 Tahun, Polri untuk Masyarakat”. Menurut Wira, makna yang tersirat dari tema tersebut adalah bagaimana kehadiran polisi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
 
“Itu rutin kami imbau, kami sampaikan setiap analisa dan evaluasi (anev) mingguan, setiap kami mengambil apel. Jika kita melaksanakan tugas pokok itu dengan baik, benar, dan bermanfaat, tema “Polri untuk Masyarakat” itu terimplementasi dengan baik,” ungkap Wira.
 
Kompolnas: Kepolisian Semakin Dicintai Masyarakat
 
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti aksi nyata Ipda Endarianto dan Brigpol Febri yang menambal jalan berlubang di Padangsidimpuan. Tindakan itu disebut salah satu wujud pilar Kepolisian, yakni mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat.
 
“Nah, perilaku seperti ini harus menjadi sesuatu genre dalam paradigma kepolisian yang baru, yang berparadigma civilian police, meletakkan kerja-kerja Kepolisian itu sebagai kerja-kerja pelayanan yang bersifat humanis dan profesional,” kata anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam.
 
Anam melanjutkan, aksi Ipda Endar dan Brigpol Febri harus menjadi spirit dan role model, serta pengingat masih banyak polisi yang bekerja untuk masyarakat. Sejatinya, kata Anam, aksi humanis seperti dua anggota Kepolisian ini sudah ada di beberapa titik dan banyak tempat.
 
Namun, belum mendapatkan perhatian yang maksimal dari masyarakat maupun khususnya dari institusi Polri. Selama ini, personel yang mendapat penghargaan paling menonjol adalah mereka yang berhasil mengungkap kasus-kasus kejahatan.
 
“Lupa bahwa Kepolisian itu 24 jam hidup di masyarakat, memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat. Nah, paradigma struktural penilaian polisi yang berprestasi tidak berprestasi itu harus memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada kerja-kerja bersifat harkamtibmas, seperti Ipda Endarianto maupun Brigpol Febri,” ujar mantan Komisioner Komnas HAM itu.
 
Pria yang akrab disapa Cak Anam ini, memandang Polri semakin lama semakin dicintai masyarakat. Bahkan, polisi menjadi bagian dari peradaban masyarakat. Ia melihat di beberapa titik, kerja-kerja harkamtibmas menjadi kerja kolaboratif antara Polri dengan masyarakat.
 
Ia bersaksi tokoh masyarakat dan masyarakat berterima kasih kepada Kepolisian atas dedikasi yang diberikan. Termasuk, mengapresiasi Kompolnas karena telah memastikan kerja-kerja polisi bisa maksimal.
 
“Saya kira 80 tahun Kepolisian ayo kita mulai lebih serius, lebih konkret, membangun Kepolisian yang humanis, mengabdi pada masyarakat, dan memberikan kebermanfaatan konkret terhadap masyarakat,” ungkap Cak Anam.

(Siti Yona Hukmana)