Inflasi AS Cuma Naik 0,2% di Agustus, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Mereda

Ilustrasi. Foto: Li Jianguo/Xinhua.

Inflasi AS Cuma Naik 0,2% di Agustus, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Mereda

Husen Miftahudin • 1 October 2026 08:24

New York: Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) inti Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih lambat dari perkiraan pada Agustus 2026. Kondisi ini berpotensi mengurangi tekanan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga pada Oktober.
 
Berdasarkan data Biro Analisis Ekonomi (BEA) AS yang dikutip dari Investing.com, Kamis, 1 Oktober 2026, PCE inti yang tidak memperhitungkan harga makanan dan energi meningkat 0,2 persen secara bulanan pada Agustus.
 
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1 persen pada Juli, tetapi masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen. Secara tahunan, PCE inti meningkat 3,0 persen dalam 12 bulan hingga Agustus. Angka tersebut sama dengan pertumbuhan pada Juli dan berada di bawah proyeksi.
 
Jika seluruh komponen diperhitungkan, indeks PCE meningkat 0,3 persen secara bulanan pada Agustus. Secara tahunan, indikator tersebut tumbuh 3,4 persen.
 
Kedua angka itu berada di bawah ekspektasi pasar. Sebagai perbandingan, PCE pada Juli naik 0,1 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan.
 
Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Bank sentral AS menargetkan inflasi tahunan sebesar 2 persen.
 



(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Ekspektasi kenaikan Suku Bunga Fed mereda

 
Perkembangan inflasi turut memengaruhi perdebatan mengenai kebutuhan kenaikan suku bunga lanjutan pada tahun ini.
 
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan tidak ada urgensi untuk segera menaikkan suku bunga kembali pada Oktober. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan menggelar pertemuan pada 27-28 Oktober.
 
Namun, hampir seluruh dari 18 pejabat dalam proyeksi suku bunga terbaru FOMC pada awal September memperkirakan setidaknya masih ada satu kenaikan suku bunga pada tahun ini.
 
Setelah pertemuan Oktober, The Fed juga dijadwalkan menggelar rapat pada 8-9 Desember. Pernyataan Williams turut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
 
Di sisi lain, BEA merevisi pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II 2026 menjadi 2,2 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi kedua untuk periode April-Juni yang sebelumnya berada di level 1,5 persen.
 
Pengeluaran konsumen juga menunjukkan penguatan menjelang berakhirnya kuartal III. Belanja konsumen, yang menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi, meningkat 0,9 persen pada Agustus.
 
Pertumbuhan tersebut berbalik dari penurunan 0,1 persen pada Juli setelah mengalami revisi. Namun, data tersebut muncul sehari setelah survei Conference Board menunjukkan kepercayaan konsumen turun ke level terendah dalam hampir 12,5 tahun pada September.

(Husen Miftahudin)