Para Aktivis Greenspeace saat membentangkan spanduk di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin
Polisi Ingatkan Bundaran HI Cagar Budaya Respons Pembentangan Spanduk oleh Greenpeace
Gabriella Thesa Widiari • 20 October 2026 15:33
Jakarta: Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk menyampaikan aspirasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Hal ini merespons aksi pembentangan spanduk oleh Greenpeace Indonesia di Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026.
“Bahwasanya hal ini kita ketahui berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024 di mana tentang penetapan Bundaran Hotel Indonesia sebagai struktur cagar budaya,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung di Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
“Tentu hal ini menjadi kewajiban kita bersama untuk dapat menjaga, dapat merawat tanpa mengganggu ketertiban umum,” ungkap Reynold.
Sementara itu, enam aktivis Greenpeace Indonesia yang membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang berhasil dievakuasi petugas. Seluruh aktivis langsung dibawa ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Reynold menjelaskan, salah satu aktivis perempuan terlihat lemas saat diturunkan dari atas monumen. Kepolisian kemudian menyiagakan enam unit ambulans untuk mempercepat proses evakuasi dan perawatan medis.
“Yang pertama tadi turun adalah seorang wanita dengan keadaan yang cukup memprihatinkan sehingga kami sediakan dari unit Biddokkes Polda Metro Jaya dan menyediakan enam ambulans untuk penyelamatan, evakuasi,” ujar Reynold.

Proses evakuasi aktivis Greenpeace Indonesia dari atas Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi.
Reynold memastikan proses evakuasi telah selesai dan seluruh aktivis berhasil diturunkan tanpa ada yang tertinggal di atas Patung Selamat Datang. Ia berharap penanganan medis dari Polda Metro Jaya dapat membantu memulihkan kondisi keenam aktivis tersebut.
“Syukur alhamdulillah keenam orang itu dapat kita evakuasi dan tidak satu pun yang tertinggal di atas. Dan mudah-mudahan dengan penanganan yang cepat dari Dokkes Polda Metro Jaya, kami harapkan dapat memberikan keselamatan yang utama kepada keenam orang tersebut,” kata Reynold.
Reynold menegaskan kepolisian saat ini memprioritaskan keselamatan dan penanganan medis terhadap keenam aktivis. Ia belum memutuskan apakah peristiwa tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses hukum.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)