Harga Emas Naik Tipis di Tengah Aksi 'Borong' Investor

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Naik Tipis di Tengah Aksi 'Borong' Investor

Husen Miftahudin • 31 March 2026 08:35

Chicago: Harga emas dunia sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Dibantu oleh sedikit meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga dan didorong oleh aksi beli harga murah, karena logam mulia ini menuju penurunan bulanan terbesar dalam hampir 20 tahun.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 31 Maret 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, naik 0,2 persen menjadi USD4.503,29 per ons. Sementara harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan juga naik 0,2 persen menjadi USD4.532,51 per ons.
 
Harga emas spot sempat turun hingga USD4.000 per ons pekan lalu sebelum pulih kembali mendekati USD4.500 per ons pada Jumat. Meskipun telah turun lebih dari 14 persen selama periode satu bulan terakhir.
 
Di antara logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,3 persen menjadi USD69,9725 per ons, sementara harga platinum spot naik 0,5 persen menjadi USD1.896,15 per ons.
 
Analis OCBC mengatakan pemulihan harga emas dari titik terendah pekan lalu tampaknya sebagian besar bersifat teknis, terutama karena harga turun tajam sejak dimulainya konflik Iran pada akhir Februari. Mereka mencatat momentum bearish tampaknya menunjukkan beberapa tanda mereda, dengan indeks kekuatan relatif emas pulih dari wilayah jenuh jual.
 
Namun mereka memperingatkan tidak pasti apakah pemulihan harga emas dapat dipertahankan, dengan mencatat level resistensi kunci untuk harga emas spot di USD4.624 per ons, USD4.670 per ons, dan USD4.850 per ons.
 
"Pemulihan yang lebih berkelanjutan kemungkinan akan membutuhkan harga untuk kembali naik dan bertahan di atas level ini. Jika gagal, emas mungkin akan terus diperdagangkan dengan pijakan yang lebih lemah," kata analis OCBC.
 
Taruhan bank sentral akan memangkas suku bunga tahun ini telah mereda, sementara taruhan pada kemungkinan kenaikan suku bunga telah meningkat, yang semakin mengurangi daya tarik emas. Logam mulia berwarna kuning yang tidak memberikan imbal hasil ini cenderung berkinerja lebih buruk dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi.
 

Baca juga: Harga Emas Melejit Menuju Kenaikan Mingguan


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Ekspektasi inflasi 'terkendali dengan baik'

 
Harga emas sedikit menguat setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan ekspektasi inflasi tampaknya terkendali dengan baik di luar potensi lonjakan jangka pendek akibat kenaikan harga minyak.
 
Menurut alat CME FedWatch, para pedagang tidak lagi memperkirakan adanya penurunan suku bunga Fed tahun ini, meskipun ekspektasi moderat untuk kenaikan suku bunga dipangkas setelah komentar Powell.
 
Powell mengatakan kebijakan moneter berada dalam posisi yang baik untuk 'wait and see' sebagai dampak lonjakan harga minyak terhadap inflasi dan perekonomian AS, menambahkan bank sentral tidak mengetahui apa dampaknya.
 
"Ekspektasi inflasi tampaknya terkendali dengan baik di luar jangka pendek dan langkah yang tepat adalah mengabaikan guncangan pasokan energi," ucap Powell.
 
Adapun eskalasi perang Iran menjadi fokus di tengah ancaman Trump dan serangan Houthi.
Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan bersekutu dengan Iran menyerang Israel pada akhir pekan lalu.
 
Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang tersebut, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)