Dukung Putusan MK, Legislator Tegaskan Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap Politik

Ilustrasi rapat paripurna DPR. Metrotvnews.com/Fachri

Dukung Putusan MK, Legislator Tegaskan Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap Politik

Rahmatul Fajri • 28 May 2026 19:58

Jakarta: Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica, mendukung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertegas kewajiban partai politik untuk memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan anggota legislatif.

Dia menegaskan keterlibatan perempuan dalam kancah politik nasional bukan sekadar formalitas untuk memenuhi angka kuota di atas kertas. Lebih dari itu, kehadiran perempuan sangat penting untuk membawa perspektif yang lebih inklusif dalam merumuskan setiap kebijakan publik.

“Perempuan memiliki kemampuan, pengalaman, dan sensitivitas sosial yang sangat dibutuhkan dalam proses pengambilan kebijakan. Karena itu, ruang politik harus semakin terbuka dan adil bagi perempuan Indonesia,” ujar Cindy dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut Cindy, ketegasan MK menjadi bukti nyata keberpihakan negara terhadap penguatan demokrasi yang lebih representatif. Kehadiran legislator perempuan di parlemen diyakini bakal memperkuat pengawalan terhadap isu-isu krusial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Isu-isu tersebut mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan anak dan perempuan, hingga kesejahteraan keluarga.

Baca Juga: 

MK Putuskan Kuota Perempuan 30%, Parpol Didorong Serius Jalankan Kaderisasi



Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.  ANTARA/Laily Rahmawaty

Legislator NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Barat II ini juga memaparkan internal partainya telah lama menunjukkan komitmen konkret dalam mengafirmasi keterwakilan perempuan.

Berdasarkan rekam jejak pada Pemilu 2019, Partai NasDem tercatat sebagai satu-satunya partai politik yang sukses meloloskan keterwakilan perempuan di atas 30 persen di DPR. Saat itu, NasDem berhasil menempatkan 32,2 persen keterwakilan perempuan, atau setara dengan 19 kursi dari total 59 anggota DPR yang terpilih dari partai tersebut.

“Ini membuktikan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap dalam politik. Ketika diberikan kesempatan, perempuan mampu hadir sebagai pemimpin dan representasi rakyat yang bekerja nyata,” kata Cindy.

Cindy mengajak kaum perempuan, khususnya generasi muda, untuk membuang rasa ragu dan berani mengambil peran dalam kepemimpinan nasional. Perempuan diharapkan semakin percaya diri untuk membawa dan menyuarakan aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat pusat.

“Politik tidak boleh lagi dipandang sebagai ruang yang terbatas bagi perempuan. Hari ini perempuan harus hadir, bersuara, dan ikut menentukan arah masa depan Indonesia,” ujar Cindy.

(Achmad Zulfikar Fazli)