Harga Minyak Dunia Anjlok, Brent Kini Dijual Cuma USD83/Barel

Ilustrasi penurunan harga minyak dunia. Foto: Energyintel.com

Harga Minyak Dunia Anjlok, Brent Kini Dijual Cuma USD83/Barel

Husen Miftahudin • 15 June 2026 09:15

Houston: Harga minyak dunia anjlok lebih dari empat persen dalam perdagangan Asia pada Senin setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai yang bertujuan untuk mengakhiri konflik berbulan-bulan di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz.

Mengutip Investing.com, Senin, 15 Juni 2026, harga kontrak berjangka minyak Brent sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual Agustus, turun 4,1 persen menjadi USD83,79 per barel.

Sementara harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk kontrak beli atau jual di masa depan, juga turun 4,6 persen menjadi USD80,95 per barel.

Penurunan tersebut memperpanjang kerugian dari minggu lalu dan mendorong kedua indeks acuan harga minyak dunia itu jatuh ke level terendah sejak 10 Maret.
 

Baca juga: Harga Minyak Dunia Merosot, Brent di Level Terendah dalam 2 Bulan


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)

 

Kesepakatan damai AS-Iran akan ditandatangani Jumat


Presiden AS Donald Trump dan para pejabat Iran mengumumkan kesepakatan kerangka kerja pada Minggu yang akan menghentikan permusuhan dan memungkinkan lalu lintas maritim dilanjutkan melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan ditandatangani pada hari Jumat minggu ini.

"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

Rincian draf perjanjian tersebut dilaporkan mencakup pencabutan sanksi, pembatasan aktivitas nuklir Iran, dan langkah-langkah untuk menormalisasi ekspor minyak, yang meningkatkan harapan akan ketersediaan pasokan yang lebih baik pada akhir tahun ini.  

Prospek pembukaan kembali Selat Hormuz telah menjadi fokus utama pasar minyak. Jalur air ini menangani sekitar seperlima konsumsi minyak dan bahan bakar global dan telah menjadi pusat kekhawatiran pasokan sejak konflik meletus awal tahun ini.

Gangguan pengiriman, tingginya biaya asuransi, dan kekhawatiran akan kekurangan pasokan yang berkepanjangan telah membantu mendorong harga minyak mentah Brent melampaui USD120 per barel pada puncak krisis. Prospek masuknya tambahan barel minyak Iran ke pasar global juga menambah tekanan pada harga.

Terlepas dari kelegaan pasar, para analis memperingatkan risiko tetap ada. Kerangka gencatan senjata masih memerlukan implementasi formal, sementara lalu lintas kapal tanker melalui Hormuz mungkin tidak akan langsung kembali ke tingkat sebelum perang, bahkan jika jalur air tersebut dibuka kembali sepenuhnya.

Investor juga mengamati pekan yang sibuk bagi bank sentral, termasuk pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

(Husen Miftahudin)