Sering Makan Korban, Sejumlah Perlintasan Kereta Api di Bogor Belum Berpalang

Ilustrasi, kereta api saat melintas pada perlintasan sebidang. Foto: dok KAI Properti.

Sering Makan Korban, Sejumlah Perlintasan Kereta Api di Bogor Belum Berpalang

Silvana Febiari • 29 April 2026 21:23

Kabupaten Bogor: Sejumlah perlintasan kereta api di Kabupaten Bogor, Jawa Barat tercatat masih membahayakan warga. Pasalnya, perlintasan-perlintasan tersebut belum dilengkapi palang pengaman dan sistem peringatan yang memadai.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebutkan beberapa lokasi perlintasan sebidang bahkan telah berulang kali memakan korban jiwa sehingga membutuhkan penanganan segera bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kami sudah bersurat berkali-kali kepada PT KAI. Salah satunya palang yang banyak memakan korban, bukan di pinggir jalan raya utama, yaitu di Kelurahan Ciriung arah Jagorawi Golf,” katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 29 April 2026. 
 


Ia menjelaskan lokasi tersebut menjadi perhatian serius karena telah menyebabkan beberapa warga meninggal dunia akibat belum adanya palang kereta api yang memadai. Karena belum ada persetujuan penuh dari PT KAI, pemerintah daerah bersama masyarakat setempat membangun pos sementara dan melakukan penjagaan manual secara swadaya.

“Sudah beberapa orang juga meninggal dunia di situ. Kami akhirnya membangun pos sementara, lalu masyarakat swadaya untuk memberikan biaya penjaga palang keretanya, palangnya juga masih manual,” ujarnya.


Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga mencatat sejumlah tempat lain, seperti kawasan Citayam dan beberapa lokasi padat aktivitas warga yang dinilai membutuhkan pembangunan palang kereta dan pos penjagaan. Pihaknya siap membiayai pembangunan pos dan palang kereta apabila mendapat izin PT KAI, termasuk dukungan sistem informasi perjalanan kereta.

Menurut dia, sistem tersebut penting karena hanya PT KAI yang mengetahui secara pasti waktu kereta akan melintas sehingga pengamanan dapat berjalan optimal.

“Yang mengetahui detik berapa kereta akan datang itu kan sistemnya dari PT KAI. Maka prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bogor siap membangun palang kereta api dan pos-posnya, tetapi keputusan ada di PT KAI,” ungkap Rudy.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan PT KAI dapat segera terwujud. Dengan demikian, keselamatan masyarakat di sekitar perlintasan kereta lebih terjamin dan angka kecelakaan dapat ditekan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)