KPK Usut Maraknya Rokok Ilegal Lewat Kasus Suap Importasi

Gedung Merah Putih KPK. Foto: Metrotvnews.com/Candra.

KPK Usut Maraknya Rokok Ilegal Lewat Kasus Suap Importasi

Candra Yuri Nuralam • 28 February 2026 11:23

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut adanya bukti permainan kotor dalam proses cukai dalam kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai. Kini, penyidik melakukan pendalaman, termasuk peredaran rokok ilegal.

"Jadi bentuknya itu begini. Ada yang memang cukainya itu palsu atau dipalsukan. Ada juga modusnya itu yang cukainya itu dia menggunakan cukai yang tidak seharusnya," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Asep mengatakan, penyidik mendapatkan informasi terkait maraknya permainan cukai rokok di Indonesia. Sejumlah produsen rokok akan dipanggil dalam kasus ini.

"Terkait dengan, nanti, keterangan-keterangan dari orang ini. Dari siapa saja nih. Itu perusahaan mana, siapa saja? Seperti itu," ucap Asep.

Meski begitu, temuan KPK soal cukai rokok ini belum bisa dipaparkan kepada publik. Masyarakat diharap bersabar.

"Nanti pada waktunya ketika sudah lengkap informasinya siapa perusahaannya atau siapa orangnya pemiliknya, perusahaannya di mana, berapa jumlahnya dan lain-lain, akan kami sampaikan," ujar Asep.

KPK mengembangkan kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai. Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BPP) ditangkap.

Ilustrasi cukai rokok. Foto: siplawfirm.id.

Penyidik langsung membawa Bayu ke Gedung Merah Putih KPK usai ditangkap. Sebelum upaya paksa itu dilakukan, KPK lebih dulu menetapkan Budiman sebagai tersangka.

KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Rizal (RZL); Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Sispiran Subiaksono (SIS); Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai Orlando Hamonangan (ORL); Pemilik PT Blueray (BR) John Field; Ketua Tim Dokumentasi Blueray Andri (AND); dan Manager Operasional Blueray Dedy Kurniawan (DK).

Mereka terseret kasus dugaan rasuah terkait importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)