Harga Emas Dunia Bangkit, Akhiri Pelemahan Dua Pekan Berturut-turut

Ilustrasi emas batangan. Foto: fox5ny.com

Harga Emas Dunia Bangkit, Akhiri Pelemahan Dua Pekan Berturut-turut

Husen Miftahudin • 25 July 2026 08:33

New York: Harga emas dunia ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat waktu setempat, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama dua pekan berturut-turut. Kenaikan tersebut didorong aksi beli teknis di level psikologis USD4.000 per troy ons, yang membantu menopang harga di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 25 Juli 2026, harga emas spot naik 0,1 persen menjadi USD4.052,98 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka menguat 0,1 persen menjadi USD4.055,25 per troy ons. Secara mingguan, keduanya mencatat kenaikan sekitar 0,9 persen.
 

 

Pembelian teknis topang harga emas


Harga emas batangan pulih setelah sempat menyentuh level terendah sejak awal November. Logam mulia tersebut mendapat dukungan di sekitar level psikologis USD4.000 per troy ons, meski dolar AS kembali menguat.

Analis Pasar Senior Trade Nation David Morrison mengatakan harga emas sempat mencatat reli yang kuat setelah menyentuh level terendah dalam delapan bulan.

"Harga emas memulai reli pemulihan pada waktu yang sama minggu lalu setelah jatuh ke level terendah delapan bulan di bawah USD3.960. Pada Rabu sore, harganya telah melampaui USD4.160 dengan kenaikan keseluruhan sebesar USD200 per troy ons atau sekitar lima persen," papar dia.

"Namun, harga emas tidak mampu mempertahankan kenaikan tersebut karena dolar AS kembali menguat setelah data inflasi AS yang lemah. Eskalasi konflik antara AS dan Iran, kenaikan harga minyak, serta lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut memperkuat dolar dan menekan harga emas," ungkap Morrison menambahkan.

Morrison bilang, level dukungan di bawah USD4.000 per troy ons menjadi area penting yang harus dipertahankan agar tren pemulihan berlanjut.

"Dukungan telah terbentuk tepat di bawah USD4.000. Level tersebut perlu bertahan, dan emas harus menembus USD4.200 dengan keyakinan yang kuat untuk menghidupkan kembali tren kenaikan setelah koreksi yang berlangsung sejak akhir Januari," ujarnya.


(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Pasar menanti keputusan suku bunga The Fed


Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan depan. Ekspektasi terhadap arah suku bunga meningkat seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mencerminkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan berada di kisaran 62 persen, turun dari sekitar 87 persen sepekan sebelumnya. Sebaliknya, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin meningkat menjadi hampir 38 persen dari sekitar 13 persen.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak turut menjadi perhatian investor. Pada Kamis, harga minyak mentah Brent sempat menembus USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei dan telah melonjak lebih dari 25 persen dalam dua pekan.

Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah. Serangan itu meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran strategis di Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz yang menjadi rute utama distribusi minyak dunia.

(Husen Miftahudin)