49 Tahun Pasar Modal Indonesia, Bermula dari Bursa di Batavia

Ilustrasi Gedung BEI. Foto: dok MI.

49 Tahun Pasar Modal Indonesia, Bermula dari Bursa di Batavia

Ade Hapsari Lestarini • 10 August 2026 10:36

Jakarta: 10 Agustus 2026 menjadi peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia oleh pemerintah pada 10 Agustus 1977.

Peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia mengangkat tema "Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Terpercaya dan Tangguh". Peringatan tersebut digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

"Melalui Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, mari bersama mendukung transformasi Pasar Modal Indonesia agar semakin inklusif, transparan, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
 

Sejarah Pasar Modal Indonesia


Secara historis, pasar modal Indonesia telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Bursa efek pertama kali hadir pada 1912 di Batavia pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Pasar modal ketika itu didirikan untuk kepentingan pemerintah kolonial. Namun, perkembangan pasar modal Indonesia tidak berjalan sesuai harapan dan pada beberapa periode mengalami kevakuman.


Ilustrasi Gedung BEI. Foto: dok MI.


Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain Perang Dunia I dan Perang Dunia II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Indonesia, serta berbagai kondisi yang menyebabkan kegiatan bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pemerintah kemudian mengaktifkan kembali pasar modal Indonesia pada 10 Agustus 1977. Setelah itu, pasar modal mulai berkembang seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Dalam perkembangannya, pasar modal Indonesia memiliki visi menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia.
   

Misi pasar modal Indonesia


Adapun misinya adalah menciptakan infrastruktur pasar keuangan yang terpercaya dan kredibel untuk mewujudkan pasar yang teratur, wajar, dan efisien serta dapat diakses seluruh pemangku kepentingan melalui produk dan layanan yang inovatif.

Pasar modal Indonesia juga memiliki empat nilai utama atau core values, yakni teamwork, integrity, professionalism, dan service excellence.

Teamwork berarti senantiasa bekerja sama secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama. Integrity mencerminkan konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan dengan menjunjung tinggi kejujuran, transparansi, serta independensi sesuai dengan nilai perusahaan dan norma yang berlaku.

Sementara itu, professionalism berarti menunjukkan sikap dan kompetensi dengan penuh tanggung jawab untuk memberikan hasil terbaik. Adapun service excellence berarti senantiasa memberikan layanan terbaik bagi pemangku kepentingan.

(Ade Hapsari Lestarini)