Kondisi Abu Dhabi di tengah ancaman serangan dari Iran. Foto: Antara
Sempat Tertahan di Bandara Abu Dhabi, 23 WNI Kini dalam Kondisi Aman
Fajar Nugraha • 2 March 2026 18:10
Abu Dhabi: Sebanyak 23 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi akibat eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah kini telah mendapatkan perlindungan dan sudah berhasil keluar dari kawasan Bandara dengan aman.
“Saat ini mereka sudah berhasil dikeluarkan semua dari Bandara dan sudah diakomodasi pada beberapa hotel di Abu Dhabi,” kata Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk UEA Judha Nugraha di Abu Dhabi, dikutip dari Antara, Senin 2 Maret 2026.
Baca Juga :
Bandara Qatar Ditutup, 195 WNI Tertahan di Doha
Puluhan WNI yang sebagian besar adalah penumpang transit, beberapa di antaranya baru selesai melakukan ibadah umrah terpaksa tertahan di Bandara Zayed karena pembatalan penerbangan seluruh maskapai akibat penutupan ruang udara di sejumlah wilayah kawasan.
Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 ketika serangkaian serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap beberapa target di Iran memicu balasan rudal dan drone dari Teheran yang juga meluas ke negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab.
Serangan Iran telah mengguncang beberapa wilayah kota seperti Abu Dhabi dan Dubai, dengan laporan mengenai ledakan, penutupan koridor udara, penangguhan penerbangan internasional, hingga dampak terhadap infrastruktur transportasi sipil.
Dalam keterangannya, Dubes Judha Nugraha menjelaskan bahwa 23 WNI yang tertahan tersebut sempat mengalami keterlambatan keluar dari bandara karena gangguan operasional dan pembatasan aktivitas di area terminal akibat kondisi keamanan yang dinamis.
Namun, dengan koordinasi intensif antara KBRI Abu Dhabi, otoritas setempat, serta pihak maskapai, seluruh WNI telah dipastikan mendapatkan perlindungan konsuler dan dikeluarkan dengan aman, serta sudah diakomodasi sesuai kebutuhan sementara.
“Seluruh WNI dalam kondisi aman dan telah mendapatkan pendampingan oleh perwakilan pemerintah Republik Indonesia di Abu Dhabi. Kami terus memantau situasi dan memastikan hak serta keselamatan mereka terlindungi,” ujar Judha Nugraha.
Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan drone dan rudal yang sebagian besar berhasil dihadang pertahanan udara UEA, namun serpihan peralatan tempur itu ketika jatuh ke tanah sempat menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di lingkungan penduduk sipil.
Konflik di kawasan Timur Tengah itu berdampak pada penerbangan sejumlah maskapai internasional seperti Etihad Airways, milik pemerintah Abu Dhabi, yang menangguhkan penerbangan untuk sementara waktu ke dan dari Uni Emirat Arab hingga setidaknya 4 Maret 2026.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI juga terus mengimbau seluruh WNI di wilayah Teluk Persia untuk tetap waspada, melakukan registrasi keberadaan melalui saluran resmi, serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat guna memastikan keselamatan selama periode yang tidak pasti tersebut.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com