Rokok elektrik atau vape. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Narkoba Terselubung Liquid Vape, BNN Minta Pengawasan Orang Tua
Metro TV • 4 October 2026 12:20
Jakarta: Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan mengimbau para orang tua agar meningkatkan kewaspadaan jika anak mulai mengonsumsi rokok elektrik atau vape. Langkah ini krusial untuk mencegah anak terjerat peredaran narkotika yang kini kian marak diselundupkan dalam bentuk cairan vape (liquid vape).
“Orang tua hendaknya jangan percaya misalnya kalau dibilang anak, ‘Vape yang ini vape biasa’. Cek dulu, yang pertama, vape-nya beli di mana, tanyain,” kata Ketua Tim Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Jakarta Selatan, Sukamto Widodo, kepada Metrotvnews.com di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 4 Oktober 2026.
Sukamto menekankan bahwa bentuk fisik vape biasa dan vape yang mengandung zat narkotika secara kasatmata sangat mirip. Kemiripan tersebut membuat perbedaannya hampir mustahil terdeteksi tanpa pemeriksaan laboratorium.
“Tampilan, bentuk sama, gitu loh. Liquid-nya sama bentuknya, gambarnya sama, misalnya gambar pisang ya sama bentuknya. Rasa buah segala macam. Tapi yang jadi kendala, kita enggak tahu secara fisik vape mengandung narkoba sama yang enggak itu sama, sama semuanya,” terang Sukamto.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa bahaya narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan finansial. Berdasarkan temuan di lapangan, remaja yang terjerat kecanduan tak jarang nekat memanfaatkan pinjaman online (pinjol) hingga judi online (judol) demi memenuhi kebutuhan membeli barang haram tersebut.
“Pinjol kalau misalkan enggak dikasih uang sama misalnya bulanan sama orang tuanya atau harian sama orang tuanya beda habis, dia pakai akun pinjol. Pinjolnya pakai akun orang tuanya bisa, nomor orang tuanya bisa. KTP-nya diambil, difotoin,” terang Sukamto.
.jpg)
Booth layanan edukasi narkoba oleh BNN Kota Jakarta Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Ia mengungkapkan, modus peredaran liquid vape mengandung narkotika tersebut mayoritas bergerak secara terselubung di media sosial melalui jaringan komunitas tertentu.
“Ini (peredarannya) lewat komunitas di media sosial. Sama memang untuk penjualannya sembunyi-sembunyi, ya kan, melalui media apa segala macam,” ucap Sukamto.
Oleh karena itu, Sukamto mengimbau para orang tua agar senantiasa meluangkan waktu untuk menjalin komunikasi terbuka, serta rutin memeriksa gawai anak guna memantau pergaulan dan mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
“HP juga anak sekarang suka di-password, orang tua harus selalu cek. Selalu ajak ngobrol dengan anak,” kata Sukamto.