Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka. Foto: Dok. Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Polres Tulang Bawang Barat Dorong Ketahanan Pangan lewat Sawah Mini
Fachri Audhia Hafiez • 4 November 2026 17:00
Jakarta: Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, berinovasi memperkuat kemandirian pangan masyarakat dari pekarangan rumah melalui program Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka. Hal ini guna menghadapi tekanan ekonomi serta ancaman perubahan iklim.
“Ini sangat efektif dan efisien untuk mendukung kedaulatan pangan mandiri keluarga. Secara nilai ekonomis juga sangat menguntungkan masyarakat,” ujar Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Himmawan Setiawan, di Polres Tubaba, dikutip Rabu, 4 November 2026.
Program ini dirancang untuk menyasar setiap kepala keluarga agar mampu memproduksi pangan sekaligus menciptakan sumber penghasilan tambahan di tengah sulitnya lapangan pekerjaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Model usaha ini menggabungkan budidaya padi dan ikan lele dalam satu kolam terpal berukuran minimal 5x7 meter.
“Kalau setiap keluarga memiliki kolam mina padi, mereka bisa memenuhi sebagian kebutuhan pangan sendiri. Lele bisa dijual, sedangkan padinya bisa dikonsumsi. Jadi ada dua nilai ekonomis yang diperoleh sekaligus,” jelas Himmawan.

Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka. Foto: Dok. Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Selain itu, program Sawah Mini IP-500 diintegrasikan dengan program prioritas Kapolri, yakni Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), untuk membekali masyarakat keterampilan produktif melalui pelatihan berjenjang yang melibatkan Bhabinkamtibmas, pemerintah daerah, hingga pemanfaatan dana CSR perusahaan. Pihak kepolisian bahkan memasang target agar setiap kepala keluarga di wilayah Tubaba memiliki minimal satu kolam mini mina padi.
“Target kami setiap kepala keluarga minimal memiliki satu kolam. Kalau mau lebih, silakan. Ilmunya akan kami bagikan semua, tidak ada yang ditutup-tutupi. Termasuk pembuatan Biosaka B3 akan kami ajarkan secara gratis,” kata Himmawan.