BI Catat Rupiah Melemah 0,78%, Kini Rp17.855 per USD

Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Husen Miftahudin

BI Catat Rupiah Melemah 0,78%, Kini Rp17.855 per USD

Eko Nordiansyah • 23 September 2026 15:19

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Pada 22 September 2026, rupiah tercatat Rp17.855 per USD atau melemah terbatas 0,78 persen (ptp) dibandingkan dengan level akhir Agustus 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. Destry menjelaskan, bank sentral mengoptimalkan seluruh instrumen moneter.

"Termasuk memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA)," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

BI memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri


Dalam kaitan ini, BI telah memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada Bank Indonesia) dan DNDF, dari semula hanya mencakup transaksi portfolio inflows menjadi juga termasuk pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment.

"Dengan langkah-langkah tersebut, nilai tukar Rupiah menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, meskipun pada perkembangan terakhir mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi global," ungkap dia.

Ke depan, ia mengungkapkan, BI memprakirakan nilai tukar rupiah akan bergerak stabil didukung oleh komitmen bank sentral serta imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," ujar dia.

(Eko Nordiansyah)