Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Liu Yanan.
Sempat Tertekan, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Stabil
Husen Miftahudin • 25 September 2026 08:24
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis waktu setempat. Wall Street sempat mengalami tekanan pada awal sesi akibat kenaikan harga minyak, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta sinyal kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang lebih ketat.
Mengutip Investing.com, Jumat, 25 September 2026, indeks S&P 500 ditutup relatif datar di level 7.703,68 poin. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi juga nyaris tidak berubah di posisi 26.939,37 poin.
Sebelumnya, kedua indeks tersebut sempat merosot masing-masing hingga 0,6 persen dan 0,9 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 0,3 persen menjadi 51.349,89 poin.
Pergerakan saham kemudian membaik setelah muncul laporan mengenai pembahasan antara AS dan Iran terkait kemungkinan kesepakatan bertahap untuk mengakhiri konflik kedua negara. Namun, penguatan tersebut kembali mereda hingga mayoritas indeks utama ditutup dengan perubahan terbatas.
Pelaku pasar juga mencermati kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke AS. Kunjungan tersebut menjadi yang pertama sejak 2015. Presiden AS Donald Trump menerima Xi di Gedung Putih dan keduanya menyampaikan pernyataan pembuka mengenai sejumlah isu, termasuk keamanan, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI).
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: iStock)
Pertemuan Trump dan Xi jadi perhatian pasar
Pelaku pasar mencermati pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Gedung Putih. Tiongkok merupakan pembeli minyak mentah Iran terbesar sehingga perkembangan hubungan AS-Tiongkok turut menjadi perhatian dalam dinamika geopolitik saat ini.
Dalam pernyataan kepada media, Trump mengatakan Washington dan Beijing telah bekerja sama untuk mendorong hubungan perdagangan yang lebih seimbang. Ia juga menyatakan komitmen untuk membangun hubungan yang lebih baik bagi kedua negara.
"Saya siap bekerja sama dengan Anda untuk mengarahkan kapal raksasa hubungan Tiongkok-AS ke jalur yang stabil," kata Xi. Presiden Tiongkok juga menyambut perusahaan-perusahaan AS yang ingin berinvestasi dan menjalankan bisnis di Tiongkok. Ia menyatakan Tiongkok akan tetap membuka pintu bagi perusahaan asing.
Perdagangan dan AI diperkirakan menjadi dua topik utama dalam pertemuan Trump dan Xi. Perkembangan AI menjadi perhatian kedua negara di tengah persaingan dalam pengembangan teknologi tersebut.
Di sisi lain, tekanan pasar saham AS juga terjadi di pasar obligasi AS. Aksi jual obligasi berlanjut sehingga imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 9,3 basis poin menjadi 5,209 persen. Level tersebut merupakan posisi tertinggi sejak Juli 2007.
Di pasar obligasi, sentimen investor turut dipengaruhi tekanan inflasi dari sektor energi, data ekonomi AS yang kuat, serta pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang cenderung agresif.