Ketua PW GPA DKI Jakarta Dedi Siregar. Dok. Istimewa
PW GPA Jakarta Serukan Jaga Persatuan: Tolak Segala Bentuk Provokasi
Achmad Zulfikar Fazli • 23 August 2026 18:55
Jakarta: Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) DKI Jakarta menyerukan setiap pihak untuk menjaga kedamaian dan persatuan. Persatuan dinilai lebih penting daripada kepentingan kelompok sesaat.
“Kami Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta menyatakan tegas menolak rencana aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu, serta Aliansi Rakyat Peduli Indonesia atau ARPI di Gedung DPR pada 27 Agustus 2026 apabila aksi tersebut membawa narasi yang berpotensi memprovokasi masyarakat, mengandung hasutan atau mengandung perpecahan, apalagi kalau mencoba merusak fasilitas umum di Jakarta,” kata Ketua PW GPA DKI Jakarta Dedi Siregar di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu, 23 Agustus 2026.
Dedi mengatakan pihaknya menghormati aksi unjuk rasa sebagai bagian dari demokrasi. Namun, dia menegaskan kebebasan tersebut harus dibarengi dengan batas yang diperbolehkan.
“Kami menegaskan bahwa kebebasan penyampaian pendapat merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun kebebasan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas yang kemudian digunakan untuk membangun provokasi, menyebarkan narasi yang tidak bertanggung jawab, ataupun mengadu domba masyarakat,” ujar Dedi.
Dedi mengingatkan kelompok yang mengadakan aksi agar tidak mengeklaim jika mereka merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia. Pihaknya menolak segala bentuk upaya provokasi mengatasnamakan rakyat.
“PW GP Al Washliyah DKI menolak segala bentuk upaya provokasi yang menggunakan label rakyat sebagai legitimasi untuk menyampaikan kepentingan kelompok. Tidak boleh ada satu kelompok aliansi yang secara sepihak mengklaim dirinya sebagai representasi bahwa seluruh rakyat Indonesia itu bagian dalam gerakan aksi tersebut,” kata Dedi.
Baca Juga :
KAMMI Ajak Mahasiswa Tak Terpancing Provokasi

Ketua PW GPA DKI Jakarta Dedi Siregar. Dok. Istimewa
Dedi mengingatkan seluruh masyarakat agar ikut menjaga Jakarta. Dia menegaskan Jakarta adalah rumah bersama.
“Kami menyerukan jaga Jakarta, jaga persatuan. Mengingatkan bahwa Jakarta adalah rumah bersama. Perbedaan pandangan dan sikap maupun pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk mempertentangkan sesama anak bangsa. Namun terlalu besar untuk dipertaruhkan oleh kepentingan kelompok. Persatuan bangsa jauh lebih penting dari kepentingan sesaat,” ujar Dedi.
Berikut pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh PW GP Al Washliyah DKI Jakarta:
- Menolak segala bentuk provokasi yang mengatasnamakan rakyat apabila narasi yang dibawa berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
- Menegaskan bahwa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) serta Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) tidak memiliki legitimasi untuk mengklaim mewakili seluruh rakyat atau bangsa Indonesia.
- Kami PW GP Al Washliyah DKI Jakarta ingin Jakarta tetap damai Kami menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai aksi berubah menjadi provokasi, tindakan anarkis, ataupun membuat Jakarta kacau
- Kami menolak segala bentuk provokasi dan tindakan yang dapat memicu kekacauan di Jakarta
- Kami ingin Jakarta menjadi tempat menyampaikan aspirasi dengan damai, bukan menjadi arena. Kalau ada persoalan, mari di sampaikan dengan damai Jangan sampai ada pihak yang sengaja memancing situasi untuk provokasi
- Mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan dialog dan mekanisme konstitusional dalam menyelesaikan setiap persoalan
- Tolak provokasi. Tolak aksi konfrontatif. Jaga persatuan. Jaga kedamaian Jakarta.