Antisipasi Kemarau, Petani Kota Bandung Dapat Dukungan Puluhan Pompa Air

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan

Antisipasi Kemarau, Petani Kota Bandung Dapat Dukungan Puluhan Pompa Air

Roni Kurniawan • 25 June 2026 18:42

Bandung: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah pertanian. Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk menjaga produktivitas petani, mulai dari pemetaan daerah rawan kekeringan, penyediaan pompa air, hingga penyiapan benih tahan kekeringan.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah kawasan pertanian yang berpotensi mengalami krisis air apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya. Wilayah pertanian di kawasan timur Kota Bandung menjadi daerah yang paling rentan terdampak.

"Kalau melihat sebaran pertanian sawah, banyak berada di wilayah timur seperti Gedebage, Cibiru, Ujungberung, Buahbatu, Mandalajati dan sekitarnya. Itu menjadi titik-titik yang rawan mengalami kekeringan," kata Gin Gin di Jalan Arjuna, Kota Bandung, Kamis, 25 Juni 2026.
 


Menurut Gin Gin, dampak berkurangnya ketersediaan air mulai dirasakan petani di beberapa wilayah. Salah satunya di Kecamatan Rancasari, di mana petani mulai mengalami penurunan debit air untuk mengairi lahan pertanian.

"Petani di Rancasari sudah mulai merasakan air berkurang dan memerlukan bantuan pompa untuk menarik air dari sumber air permukaan," ujar Gin Gin.

Selain memetakan wilayah rawan kekeringan, DKPP juga melakukan pendampingan kepada petani melalui edukasi teknik budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Upaya lain yang dilakukan antara lain perbaikan saluran irigasi sederhana, penyiapan sumur dangkal atau sumur pantek, serta penyediaan benih unggul yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan dan memiliki masa panen relatif singkat.

DKPP juga mewaspadai potensi meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman selama musim kemarau. Kondisi cuaca kering dinilai dapat memicu perkembangan organisme pengganggu tanaman yang berpotensi menurunkan hasil panen.

"Kami juga mengantisipasi serangan hama dan penyakit yang biasanya muncul saat musim kemarau panjang. Karena ancaman bagi petani bukan hanya kekurangan air, tetapi juga meningkatnya gangguan organisme pengganggu tanaman," jelas Gin Gin.

Untuk mendukung kebutuhan petani di lapangan, DKPP Kota Bandung saat ini memiliki sekitar 30 unit pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani dan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan petani secara gratis dengan hanya menanggung biaya operasional, seperti bahan bakar.

"Peralatan kami siapkan gratis. Petani hanya menanggung biaya operasional. Namun kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan tambahan bantuan pompa karena kebutuhan di lapangan cukup besar," beber Gin Gin.

Gin Gin menjelaskan, karakteristik pertanian di Kota Bandung berbeda dengan daerah sentra produksi pangan. Sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut masih mengandalkan curah hujan dan belum didukung jaringan irigasi teknis primer.

Kondisi ini membuat ketersediaan air menjadi tantangan yang terus dihadapi petani sepanjang tahun. "Kota Bandung memang tidak memiliki irigasi teknis seperti daerah pertanian besar lainnya. Karena itu persoalan air menjadi tantangan sehari-hari bagi petani. Saat kemarau datang, upaya yang harus dilakukan tentu lebih besar lagi," ungkap Gin Gin.

Pemkot Bandung Apresiasi Petani Penjaga Ketahanan Pangan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan apresiasi kepada para petani yang berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian perkotaan. Penghargaan tersebut diberikan dalam peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Kamis, 25 Juni 2026.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan peringatan ini menjadi bentuk penghargaan bagi petani yang berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan dan pertanian berkelanjutan.

"Hari Krida Pertanian ini menjadi momentum apresiasi bagi para petani yang telah bekerja keras membangun ketahanan pangan dan mempertahankan pertanian berkelanjutan. Setiap tahun kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada mereka," kata Gin Gin.


Cabai rawit menjadi salah satu hasil panen unggulan di Kota Bandung. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan

Pemkot Bandung juga menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada petani yang meliputi benih, pupuk, pestisida, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian, termasuk pengembangan program Buruan Sae.

"Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan produktivitas petani dalam mengembangkan sektor pertanian di Kota Bandung," ujar Gin Gin.

DKPP mencatat terdapat sekitar 45 kelompok tani aktif di sektor pertanian konvensional dan sekitar 555 kelompok Buruan Sae yang menjadi pilar penting ketahanan pangan perkotaan.

Meski berstatus kota metropolitan, Bandung masih memiliki sekitar 699 hektare lahan sawah aktif yang terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Sektor pertanian juga ditopang oleh petani hortikultura, peternakan, dan perikanan.

(Silvana Febiari)