Sempat Tergelincir, Dolar AS Akhirnya Bangkit Lagi

Dolar AS. Foto: dok MI.

Sempat Tergelincir, Dolar AS Akhirnya Bangkit Lagi

Husen Miftahudin • 31 January 2026 09:36

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), di tengah penunjukkan Presiden AS Donald Trump kepada Kevin Warsh untuk sebagai Gubernur The Fed yang baru menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026.

Mengutip AFR.com, Sabtu, 31 Januari 2026, indeks dolar spot naik sebanyak 0,9 persen menjelang pukul 16.20 di New York. Pada perdagangan sehari sebelumnya, mata uang Negeri Paman Sam itu sempat tergelincir 0,17 persen ke level 96,285.

Para pelaku pasar keuangan langsung bereaksi terhadap pengumuman Trump yang menunjuk Warsh, mantan gubernur Fed yang dikenal karena pendiriannya yang keras, untuk memimpin bank sentral AS.

Meskipun Warsh secara historis mendukung kebijakan yang lebih ketat, ia baru-baru ini menyatakan dukungan untuk pemotongan suku bunga, sejalan dengan seruan berulang Trump untuk pelonggaran moneter yang agresif.

"Saya sudah mengenal Kevin sejak lama, dan saya yakin dia akan dikenang sebagai salah satu Ketua Fed terhebat, mungkin yang terbaik," tulis Trump di media sosial pribadinya.
 

Baca juga: Dolar AS Keok Lawan 6 Mata Uang Utama Dunia


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Warsh sering kritik kebijakan moneter The Fed


Warsh telah mengkritik The Fed karena terlalu aktivis dan terlalu menyimpang dari mandat intinya, serta karena terlalu picik dan terlalu terikat pada pasar keuangan, kata Paul Sheard, ekonom dan mantan wakil ketua S&P Global.

"Para pelaku pasar keuangan akan sangat fokus pada apakah Warsh akan menuruti seruan Presiden Trump agar pengganti Jay Powell memangkas suku bunga dan mempertahankannya tetap rendah," kata Sheard.

Realitas konstitusionalnya adalah tidak masuk akal bagi seorang presiden untuk memilih Ketua Fed berdasarkan tingkat suku bunga yang mereka sukai saat ini," jelas dia menambahkan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)