Penjualan masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta, diklaim meningkat akibat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Metrotvnews.com/Nattasya
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Masker Mulai Diserbu Masyarakat
Nattasya Amani Vrazeti • 7 September 2026 16:03
Jakarta: Abu vulkanik akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya berdampak pada berbagai sektor. Salah satunya masker yang kini banyak diserbu masyarakat.
Metrotvnews.com coba menengok toko penjualan masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada pukul 11.00 WIB, terlihat aktivitas penjualan di toko masker dan aksesoris tak terlalu ramai pembeli. Namun, pedagang mengeklaim ada peningkatan jumlah pembeli masker akibat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jakarta.
Hal ini disampaikan salah seorang pedagang masker, Yanti, 20. Menurut dia, penjualan masker saat ini bisa menembus 15 hingga 20 pack per hari.
“Yang beli makin banyak. Kemarin sore yang toko sebelah itu beli lima. Terus pagi sebelumnya tiga,” ujar Yanti kepada Metrotvnews.com, Senin, 7 September 2026.
Yanti mengatakan kondisi ini memengaruhi pendapatan mereka ketimbang hari-hari biasa. Dia mencatat estimasi kenaikan omzet harian dari penjualan masker mencapai hingga puluhan persen.
“(Kenaikannnya mencapai) 20 persen atau 30 persen, gitu kan perbedaannya,” ucap Yanti.
Terkait harga masker, dia memastikan tidak ada kenaikan meskipun permintaan tinggi dari masyarakat. Dia menjual masker seharga Rp10 ribu per pack yang berisi satu lusin.
“Enggak sih, Kak. Kalau dari harga kita sama saja,” Yanti.

Perjualan masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta, diklaim meningkat akibat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Metrotvnews.com/Nattasya
Hal sama disampaikan pedagang masker lainnya, Ella, 30, terkait permintaan yang tinggi dari masyarakat. Menurut dia, aktivitas transaksi pembelian masker sudah cukup tinggi sejak pagi.
Namun, Ella mengeklaim tingginya permintaan masyarakat membuat harga masker di distributor melambung tinggi hingga dua kali lipat dari biasanya. Dia mengaku harus menaikkan harga penjualan untuk mengimbangi harga distributor.
“Harganya udah naik dua kali lipat dari harga biasa. Biasa sebelum erupsi itu kita jual Rp20 (ribu), tapi sekarang bisa Rp40 (ribu), Rp35 (ribu) per box isi 50,” ujar Ella.
Menurut dia, kenaikan harga ini memengaruhi omzet tokonya. Namun, pihaknya tidak berani mengambil stok banyak-banyak dari distributor agar tidak merugi lantaran durasi erupsi belum dapat dipastikan.
“Takutnya nanti kita belanja banyak dengan harga mahal, takutnya erupsinya sudah enggak (ada lagi) sedangkan kita dapat modal mahal,” ujar Ella.
Selain menjual masker dengan kemasan box, pedagang menyediakan kemasan eceran isi 10 buah dengan harga Rp10 ribu per paket.
Paparan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin telah tersebar luas ke beberapa daerah, mulai Lampung hingga Jakarta. Abu vulkanik yang menyimpan sejumlah partikel kaca dan senyawa berbahaya lainnya sangat berbahaya untuk sistem pernapasan jika terhirup oleh manusia.
Pemerintah telah mengimbau masyarakat mengenakan masker yang dirancang khusus melindungi sistem pernapasan dari partikel di udara. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menganjurkan sejumlah masker filtrasi udara yang cocok digunakan untuk melindungi sistem pernapasan terhadap paparan abu vulkanik.
Dalam unggahan Kemenkes di Instagram pada Senin, 7 September 2026, terdapat beberapa masker yang direkomendasikan sebagai respirator penyaring partikel udara, meliputi N95, KN95, KF94, FFP2.