KPK Usut Jual Beli Kuota Haji dari Pihak Swasta

Juru bicara KPK Budi Prasetyo. Foto: Metrotvnews.com/Candra.

KPK Usut Jual Beli Kuota Haji dari Pihak Swasta

Candra Yuri Nuralam • 16 January 2026 09:24

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pihak swasta, sekaligus pemilik salah satu travel berinisial NNK, untuk mendalami kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag), pada Kamis, 15 Januari 2026. Penyidik mengulik soal jual beli kuota haji tambahan kepada saksi itu.

"Pemeriksaan terhadap Saudari NNK ya dalam kapasitas sebagai pemilik travel ya. Artinya pemeriksaan ini berkaitan dengan praktik jual beli kuota yang dilakukan oleh travel milik saudari NNK tersebut kepada para calon jemaah," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip pada Jumat, 16 Januari 2026.

Budi mengatakan, penyidik mendalami soal harga satu kuota haji tambahan yang dijual NNK kepada calon jamaah. Biaya itu dikaitkan dengan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan travel saat ibadah haji dilakukan.

"Itu seperti apa ya, jual belinya nilainya nominalnya berapa, kemudian fasilitas yang disediakan saat haji di Arab Saudi di sana itu seperti apa," ujar Budi.

KPK menetapkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dan eks Staf Khusus Menteri Agama Isfan Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, sebagai tersangka dalam kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji. KPK berjanji akan menyelesaikan kasus itu ke persidangan.

Masalah dalam kasus korupsi ini adalah karena adanya pembagian kuota yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Indonesia sejatinya diberikan 20 ribu tambahan kuota untuk mempercepat antrean haji.

Gedung Merah Putih KPK. Foto: Metrotvnews.com/Candra.

Dari total itu, pemerintah seharusnya membaginya dengan persentase 92 persen untuk haji reguler, dan delapan persen untuk khusus. Namun, sejumlah pihak malah membaginya rata yakni masing-masing 50 persen.


KPK sudah banyak memeriksa pejabat di Kemenag. Lalu, pihak penyedia jasa travel umroh juga dimintai keterangan, salah satunya Ustaz Khalid Basalamah. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)