Ilustrasi, warga AS berbelanja di supermarket di New York. Foto: Xinhua/Zhang Fengguo.
Ekonomi AS Melambat, PDB Kuartal II-2026 Cuma Tumbuh 1,5%
Husen Miftahudin • 31 July 2026 08:16
New York: Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat pada kuartal II-2026. Produk domestik bruto (PDB) AS tercatat tumbuh 1,5 persen secara tahunan (annualized), lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2,1 persen, menurut estimasi awal yang dirilis Biro Analisis Ekonomi Amerika Serikat (Bureau of Economic Analysis/BEA).
Capaian tersebut juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I-2026 yang mencapai 2,1 persen. Kondisi ini menandakan laju ekspansi ekonomi Negeri Paman Sam tersebut mulai kehilangan momentum.
Mengutip Xinhua, Jumat, 31 Juli 2026, BEA mencatat peningkatan belanja konsumen, investasi, dan ekspor tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada periode April-Juni 2026. Namun, kontribusi positif tersebut sebagian tertahan oleh penurunan belanja pemerintah.
Di sisi lain, impor yang menjadi komponen pengurang dalam perhitungan PDB naik sebanyak 11,5 persen pada kuartal II. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan kenaikan 11,8 persen pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, penjualan akhir kepada pembeli domestik swasta (final sales to private domestic purchasers), yang mencerminkan gabungan konsumsi rumah tangga dan investasi tetap swasta bruto, meningkat menjadi 3,9 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 1,7 persen pada kuartal pertama, menunjukkan permintaan domestik swasta masih cukup kuat.
Baca Juga :
Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Tekanan inflasi masih tinggi
Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, tekanan inflasi masih menjadi tantangan. Indeks harga untuk pembelian domestik bruto meningkat 5,7 persen pada kuartal II, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 3,6 persen pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), yang menjadi acuan utama Federal Reserve (The Fed) dalam mengukur inflasi, naik 5,1 persen setelah meningkat 4,6 persen pada kuartal pertama.
Adapun indeks PCE inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi karena pergerakannya yang lebih berfluktuasi, tercatat meningkat 3,4 persen.
Data pertumbuhan ekonomi dan inflasi tersebut dirilis hanya beberapa jam setelah Federal Reserve menyelesaikan rapat kebijakan moneternya.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, bank sentral AS memutuskan mempertahankan kisaran suku bunga dana federal (federal funds rate) di level 3,5 persen sampai 3,75 persen.
Keputusan itu menjadi kali kelima secara berturut-turut The Fed menahan suku bunga di tengah upaya menjaga keseimbangan antara perlambatan ekonomi dan tekanan inflasi yang masih tinggi.