Purbaya Pastikan THR ASN Cair di Minggu Pertama Ramadan

Ilustrasi THR. Foto: Freepik.

Purbaya Pastikan THR ASN Cair di Minggu Pertama Ramadan

Husen Miftahudin • 19 February 2026 08:37

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tunjangan hari raya (THR) 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, serta anggota Polri akan mulai disalurkan pada pekan pertama bulan Ramadan.
 
"(Pencairan THR) Minggu pertama puasa," kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
 
Dia tidak merinci lebih lanjut terkait tanggal pasti pencairan THR bagi ASN dan TNI/Polri. Hanya saja, Purbaya menyebut penyaluran tunjangan Lebaran itu bakal dimulai dalam waktu dekat. "Bentar lagi," ujar Purbaya menambahkan.
 

Baca juga: Intip Besaran THR ASN 2026: Rincian Estimasi Per Golongan dan Komponen yang Cair
 

Rogoh Rp55 triliun untuk THR ASN dan TNI/Polri

 
Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp55 triliun untuk THR ASN dan TNI/Polri. Nilai itu terungkap dalam paparan Menkeu Purbaya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta.
 
"Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan," jelas Purbaya.
 
Adapun proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 mencapai Rp809 triliun, dengan anggaran untuk THR bagi ASN, TNI, dan Polri.
 
Secara rinci, pemerintah juga mengalokasikan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp13 triliun.


(Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok Istimewa)
 

Jaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan

 
Purbaya menegaskan belanja pemerintah pada triwulan I 2026, dijalankan secara tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada 2025 diperkirakan terus berlanjut hingga 2026.
 
"Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai enam persen," tegas dia.
 
Menurut Purbaya, target pertumbuhan ini merupakan angka yang luar biasa. Apabila hal ini tercapai, ujar Purbaya, Indonesia berhasil keluar dari jebakan pertumbuhan lima persen.
 
Pemerintah juga terus mendorong konsumsi rumah tangga yang diyakini semakin menguat pada triwulan I 2026, terutama didukung momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idulfitri dan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)