Dari Soekarno hingga Herman Johannes, Ini Pahlawan di Uang Rupiah

Ilustrasi mata uang rupiah. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah.

Dari Soekarno hingga Herman Johannes, Ini Pahlawan di Uang Rupiah

Ade Hapsari Lestarini • 5 November 2026 11:40

Jakarta: Setiap pecahan uang rupiah, baik kertas maupun logam, memiliki desain yang menampilkan berbagai kekayaan budaya dan identitas bangsa. Salah satu unsur yang menghiasi uang rupiah adalah gambar para pahlawan nasional yang berjasa dalam perjuangan Kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

Tokoh-tokoh tersebut berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang dan kontribusi yang berbeda. Penggunaan gambar pahlawan pada uang rupiah juga menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa mereka.

Melansir laman Bank Indonesia, berikut daftar nama pahlawan beserta sejarah singkat yang diabadikan dalam mata uang Indonesia.
 

Nama pahlawan dalam pecahan uang kertas

 

1. Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta – Pecahan Rp100.000


Soekarno dan Mohammad Hatta merupakan Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Keduanya dikenal sebagai proklamator yang membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Soekarno berperan sebagai tokoh pergerakan nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sedangkan Mohammad Hatta turut memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur politik dan diplomasi.


Mata uang pecahan Rp100 ribu bergambar Soekarno-Hatta. Foto: Metrotvnews.com/Husen Miftahudin.
 

2. Ir. H. Djuanda Kartawidjaja – Pecahan Rp50.000


Ir. H. Djuanda Kartawidjaja merupakan tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan kesatuan wilayah Indonesia melalui Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut menegaskan laut di antara pulau-pulau Indonesia merupakan bagian dari wilayah kedaulatan negara. Gagasan ini menjadi salah satu dasar penting bagi konsep negara kepulauan Indonesia.

Gagasan tersebut akhirnya diakui secara dunia oleh PBB dalam konvensi hukum laut UNCLOS 1982 dan memberi kepastian hukum Indonesia adalah Negara Kepulauan (Archipelagic State).


Mata uang Rp50 ribu bergambar Djuanda Kartawidjaja. Foto: dok Bank Indonesia.
   

3. Dr. G.S.S.J. Ratulangi – Pecahan Rp20.000


Dr. G.S.S.J. Ratulangi atau Sam Ratulangi merupakan tokoh asal Sulawesi Utara yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, intelektual, dan politikus.

Ia turut berperan dalam persiapan kemerdekaan Indonesia sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang mewakili Sulawesi. Sam Ratulangi juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi pertama setelah Indonesia merdeka.


Mata uang bergambar Sam Ratulangi di pecahan Rp20 ribu. Foto: dok Bank Indonesia.
 

4. Frans Kaisiepo – Pecahan Rp10.000


Frans Kaisiepo merupakan tokoh asal Papua yang berperan dalam memperjuangkan integrasi Papua ke dalam wilayah Republik Indonesia.

Ia dikenal sebagai tokoh yang mengusulkan penggunaan nama Irian untuk menggantikan nama Papua dalam Konferensi Malino pada 1946. Frans Kaisiepo juga aktif memperjuangkan agar Papua menjadi bagian dari Indonesia.

Nama Irian berasal dari bahasa Biak yang mengandung semangat persatuan dan perlawanan agar masyarakat Papua tidak mudah dikuasai oleh Belanda.

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Kaisiepo telah aktif dalam gerakan perjuangan kemerdekaan. Ia juga terlibat dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih pertama di Papua pada 31 Agustus 1945.


Mata uang Rp10 ribu bergambar Frans Kaisiepo. Foto: dok Bank Indonesia.
 

5. Dr. K.H. Idham Chalid – Pecahan Rp5.000


Idham Chalid merupakan tokoh nasional, ulama, dan politikus yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama (NU) selama sekitar 28 tahun.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia dan Ketua MPR. Selain aktif dalam dunia politik dan organisasi keagamaan, Idham Chalid turut berperan dalam kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat, salah satunya sebagai pendiri universitas IAIN (Institut Agama Islam Negeri).


Mata uang pecahan Rp5.000 bergambar Idham Chalid. Foto: Metrotvnews.com/Husen Miftahudin.
 

6. Mohammad Hoesni Thamrin – Pecahan Rp2.000


Mohammad Hoesni Thamrin atau M.H. Thamrin merupakan tokoh pergerakan nasional asal Betawi yang memperjuangkan kepentingan masyarakat pribumi pada masa kolonial Belanda.

Ia pernah menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) dan dikenal aktif menyuarakan perbaikan kondisi kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

M.H. Thamrin juga pernah menduduki jabatan Wakil Wali Kota Batavia. Posisi tersebut tergolong jarang ditempati oleh kalangan pribumi pada masa pemerintahan kolonial Belanda.


Rupiah Rp2.000 bergambar M.H. Thamrin. Foto: dok Bank Indonesia.
   

7. Tjut Meutia – Pecahan Rp1.000


Tjut Meutia merupakan pahlawan nasional perempuan asal Aceh yang dikenal karena perjuangannya melawan kolonialisme Belanda.

Bersama suaminya, Teuku Chik Tunong, ia menyusun strategi dan melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda.Setelah Teuku Chik Tunong ditangkap dan dihukum mati oleh Belanda pada 1905, Cut Nyak Meutia tidak menghentikan perjuangannya.

Ia kemudian melanjutkan perlawanan bersama Pang Nanggroe dan memimpin pasukan setelah suaminya tersebut gugur pada 1910. Tjut Meutia akhirnya gugur dalam pertempuran di Alue Kurieng pada 24 Oktober 1910. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 1964.


Rupiah Rp1.000 bergambar Tjut Meutia. Foto: dok Bank Indonesia.
 

Nama pahlawan dalam pecahan uang logam


Selain uang kertas, sejumlah pahlawan nasional juga diabadikan dalam desain uang logam rupiah Tahun Emisi 2016. Berikut daftar tokoh dan pecahan uangnya:
 

1. Mr. I Gusti Ketut Pudja – Pecahan Rp1.000


I Gusti Ketut Pudja merupakan tokoh asal Bali yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menjadi salah satu tokoh yang hadir dalam peristiwa perumusan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda pada 16 Agustus 1945. Ia juga menyaksikan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945.

Setelah Indonesia merdeka, Presiden Soekarno mengangkat Pudja sebagai Gubernur Sunda Kecil yang meliputi wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Dalam jabatan tersebut, ia bertugas menyebarluaskan berita kemerdekaan ke berbagai daerah sekaligus membangun struktur pemerintahan Indonesia di wilayah tersebut.


Uang logam pecahan Rp1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja. Foto: dok Bank Indonesia.
 

2. Letnan Jenderal TNI (Purn.) Tahi Bonar Simatupang – Pecahan Rp500


Tahi Bonar Simatupang atau T.B. Simatupang merupakan tokoh militer yang berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (WKSAP) pada 1948–1949, sebelum kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) pada 1950-1954.

Dalam bidang diplomasi, T.B. Simatupang juga menjadi perwakilan TNI dalam delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, pada 1949. Dalam konferensi tersebut, ia bertugas mengawal pembahasan mengenai persoalan militer, termasuk kedudukan TNI dalam pembentukan angkatan perang Indonesia setelah pengakuan kedaulatan.


Uang logam pecahan Rp500 bergambar TB Simatupang. Foto: dok Bank Indonesia.
 

3. Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo – Pecahan Rp200


Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional dan anggota Tiga Serangkai bersama Ki Hajar Dewantara dan Ernest Douwes Dekker.

Ia dikenal aktif mengkritik kebijakan kolonial Belanda dan memperjuangkan kesadaran kebangsaan melalui organisasi Indische Partij.


Uang logam pecahan Rp200 bergambar Tjipto Mangoenkoesoemo. Foto: dok Bank Indonesia.
   

4. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes – Pecahan Rp100


Herman Johannes merupakan ilmuwan dan tokoh pendidikan asal Nusa Tenggara Timur. Ia berkontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknik, serta pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada. Selain itu, ia turut berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui keahlian di bidang teknik.


Uang logam pecahan Rp100 bergambar Herman Johannes. Foto: dok Bank Indonesia.
 

Ketentuan pencantuman gambar pahlawan pada uang rupiah


Pencantuman gambar pahlawan pada uang rupiah tidak dilakukan secara sembarangan. Ketentuannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Berdasarkan Pasal 6, rupiah tidak boleh memuat gambar orang yang masih hidup. Sementara itu, Pasal 7 menyebutkan gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden dicantumkan sebagai gambar utama pada bagian depan rupiah.

Penggunaan gambar pahlawan nasional harus diperoleh pemerintah dari instansi resmi yang berwenang mengelola gambar tersebut dan mendapatkan persetujuan ahli waris. Penetapan gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden sebagai gambar utama rupiah juga dilakukan melalui Keputusan Presiden.

Pada penerbitan uang rupiah Tahun Emisi 2016, Bank Indonesia melakukan proses pemilihan tokoh pahlawan melalui Focus Group Discussion (FGD). Diskusi tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari sejarawan, akademisi, pemerintah daerah, hingga Menteri Keuangan dan Menteri Sosial.

Terdapat sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih pahlawan nasional untuk ditampilkan pada desain uang rupiah, antara lain:
  • Tokoh yang dipilih belum pernah ditampilkan dalam desain uang rupiah sebelumnya, kecuali para proklamator.
  • Pahlawan yang dipilih mewakili daerah tertentu dan dapat diterima oleh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Setelah melalui proses diskusi dan seleksi, Bank Indonesia mengajukan daftar nama pahlawan nasional kepada Presiden. Apabila disetujui, penetapan tokoh tersebut sebagai gambar utama uang rupiah kemudian disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres). (Selsha Septifanie Gunawan)

(Ade Hapsari Lestarini)