Cap Go Meh 2026 Digelar Kapan, Apakah Termasuk Libur Nasional?

Ilustrasi pexels

Cap Go Meh 2026 Digelar Kapan, Apakah Termasuk Libur Nasional?

Putri Purnama Sari • 21 February 2026 11:39

Jakarta: Puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2026 akan segera tiba. Setelah dirayakan pada 17 Februari 2026, masyarakat Tionghoa bersiap menyambut Cap Go Meh yang jatuh pada hari ke-15 Imlek. Momen ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dalam kalender lunar.

Imlek dan Cap Go Meh memiliki perbedaan utama pada waktu dan fungsinya. Imlek dirayakan sebagai hari pertama atau pembuka tahun baru dalam kalender Tionghoa.  Sementara itu, Cap Go Meh merupakan puncak perayaan yang jatuh pada hari ke-15 dan menjadi penutup seluruh rangkaian perayaan Imlek.

Jadwal Cap Go Meh 2026

Istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien. Secara harfiah, “Cap” berarti sepuluh, “Go” berarti lima, dan “Meh” berarti malam. Dengan demikian, Cap Go Meh berarti malam kelima belas.

Di Tiongkok, perayaan ini dikenal sebagai Yuan Xiao Jie atau Festival Lampion. Berdasarkan hitungan kalender lunar, Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026. Karena Cap Go Meh dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek, maka perayaan Cap Go Meh 2026 jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026.

Meski menjadi puncak perayaan, Cap Go Meh bukan termasuk hari libur nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, hanya Hari Raya Imlek yang berstatus sebagai hari libur nasional.
 
Baca juga: Jangan Sampai Keliru, Ini Beda Imlek dan Cap Go Meh yang Perlu Diketahui
 

Tradisi Perayaan Cap Go Meh di Indonesia

Kehadiran etnis Tionghoa di Nusantara sejak abad ke-15 membawa serta tradisi Cap Go Meh. Dalam perkembangannya, perayaan ini mengalami proses adaptasi budaya yang kuat dengan kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia.

Mengutip dari Media Indonesia, berikut beberapa tradisi Cap Go Meh yang populer di Tanah Air:

1. Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh menjadi contoh nyata akulturasi budaya. Komunitas Tionghoa di Jawa menggabungkan hidangan lokal seperti opor ayam dan sayur lodeh dengan lontong.

Bentuk lontong yang panjang melambangkan umur panjang, sedangkan kuah kuning melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
 
Baca juga: Kemeriahan Imlek 2026 di Berbagai Negara

2. Tradisi Tatung di Singkawang

Singkawang dikenal sebagai pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah Tatung.

Tradisi Tatung melibatkan orang-orang terpilih yang diyakini memiliki kemampuan spiritual untuk melakukan ritual pembersihan kota dari roh jahat. Tradisi ini merupakan perpaduan antara kepercayaan Tionghoa dan budaya lokal Dayak.

3. Barongsai dan Liong

Pertunjukan barongsai dan liong (tarian naga) turut memeriahkan Cap Go Meh di berbagai daerah. Saat ini, pertunjukan tersebut tidak hanya dimainkan oleh keturunan Tionghoa, tetapi juga oleh berbagai suku di Indonesia sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

Meski tidak termasuk hari libur nasional, Cap Go Meh tetap dirayakan secara meriah di sejumlah daerah dengan berbagai tradisi dan atraksi budaya. Perayaan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian Tahun Baru Imlek dalam kalender Tionghoa.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)