Ilustrasi tilang. Foto: Medcom.id.
Kakorlantas: Penegakan Hukum Operasi Patuh Harus Bebas Praktik Transaksional
Siti Yona Hukmana • 4 June 2026 01:45
Jakarta: Penegakan hukum pada Operasi Patuh 2026 diminta bebas praktik transaksional. Operasi ini akan digelar serentak di Indonesia pada 8-21 Juni 2026.
“Yang paling utama, pelaksanaan penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel serta tidak boleh ada praktik transaksional dalam bentuk apa pun,” tegas Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Rabu, 3 Juni 2026.
Agus menjelaskan, penutupan celah bagi praktik pungutan liar atau transaksional ini sejalan dengan optimalisasi transformasi teknologi kepolisian. Operasi Patuh 2026 mengusung tema “Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik dalam Mewujudkan Masyarakat Tertib Berlalu Lintas”.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebagai bentuk komitmen transparansi, porsi penindakan hukum berbasis kamera siber atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) mendominasi dengan angka 60 persen.
Sementara untuk penegakan hukum Non E-TLE diplot sebesar 30 persen. Sementara, sisanya 10 persen berupa teguran simpatik.
Agus mengonfirmasi, skema Non E-TLE dan razia stasioner di jalan raya masih dipertahankan bukan untuk membuka ruang damai di tempat, melainkan guna menjangkau wilayah minim fasilitas E-TLE. Petugas lapangan juga diarahkan membidik jenis pelanggaran berat yang kasat mata dan berpotensi memanipulasi sistem elektronik.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho. Foto: Dok. Istimewa.
Adapun pelanggaran prioritas tersebut meliputi pengendara yang menggunakan pelat nomor modifikasi palsu, kendaraan tanpa pelat nomor resmi, hingga aksi nekat melawan arus yang rawan memicu kecelakaan fatal.
Agus berharap melalui komitmen keadilan hukum yang bersih ini, masyarakat bisa makin disiplin dan menumbuhkan budaya sadar keselamatan. Sekaligus tanpa merasa khawatir menjadi korban pungli di jalan raya.
"Kami mengharapkan Operasi Patuh ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas," kata Agus.