Senator AS Tuduh Trump dan Netanyahu Sengaja Perpanjang Konflik Timur Tengah

Senator AS Bernie Sanders. (Anadolu Agency)

Senator AS Tuduh Trump dan Netanyahu Sengaja Perpanjang Konflik Timur Tengah

Willy Haryono • 6 May 2026 15:07

Washington: Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, menuding Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperpanjang konflik mematikan di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 5 Mei 2026 melalui media sosial.

Sanders memaparkan data korban dari berbagai wilayah yang terdampak konflik. Di Iran, sekitar 3.375 orang tewas dan lebih dari 26.500 terluka. Di Lebanon, korban tewas mencapai 2.702 orang dengan 8.311 luka-luka. Kekerasan di negara Teluk juga menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai lebih dari 289 lainnya.

Di Israel, tercatat 26 orang tewas dan 7.791 terluka. Sementara itu, Amerika Serikat kehilangan 13 personel militer dan 381 lainnya mengalami luka. Data tersebut menunjukkan dampak luas konflik yang terus meluas di kawasan.

Dalam pernyataannya, Sanders mengkritik kebijakan kedua pemimpin tersebut. Ia mengatakan, “Cukup sudah perang tanpa akhir yang dilakukan Trump dan Netanyahu,” sebagai bentuk penolakan terhadap konflik yang dinilai tidak berkesudahan.

Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Serangan itu memicu balasan dari Teheran serta mengganggu stabilitas di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan global.

Dilansir dari media Anadolu Agency, upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Gencatan senjata berlaku pada 8 April, namun perundingan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Presiden Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas.

Sejak 13 April, Amerika Serikat juga menerapkan blokade laut terhadap aktivitas maritim Iran di kawasan strategis tersebut. Kebijakan ini dinilai turut memperpanjang ketegangan dan meningkatkan risiko konflik lanjutan di Timur Tengah. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Anggota DPR AS Pertanyakan Klaim Trump soal Perang Iran Sudah Berakhir

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)