Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir saat Peresmian Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 di kompleks Rumah Sakit UMM, Kamis 11 Juni 2026. Dokumentasi/ UMM
Haedar Nashir Tegaskan UMM Jadi Pelopor Kemajuan PTMA
Daviq Umar Al Faruq • 11 June 2026 18:53
Malang: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menjadi pelopor kemajuan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai konsistensi UMM dalam membangun pendidikan berbasis kemajuan menjadi contoh bagi ratusan PTMA lain di Tanah Air.
“UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” tegas Haedar saat meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 di kompleks Rumah Sakit UMM, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut dia, Kampus Putih berhasil membangun tradisi besar yang berorientasi pada visi masa depan dan inovasi berkelanjutan. Ia juga menyoroti pengembangan kawasan pendidikan medis UMM yang dinilai terus berkembang menjadi pusat pendidikan kedokteran modern dan kompetitif.
Haedar menyebut kemegahan GKB 5 menjadi simbol nyata Muhammadiyah yang terus bergerak maju melalui pendidikan. “Gedung GKB 5, rumah sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” imbuh Haedar.
Menurut Haedar, keberadaan gedung baru itu tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang akan dilahirkan. Ia menegaskan lulusan bidang kesehatan harus memiliki kecerdasan akademik sekaligus integritas moral dan akhlak dalam melayani masyarakat.
Gedung setinggi 45 meter dengan 11 lantai tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan medis masa depan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Kehadiran fasilitas baru itu sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai salah satu kampus Muhammadiyah dengan pengembangan infrastruktur pendidikan kesehatan paling progresif.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir saat Peresmian Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 di kompleks Rumah Sakit UMM, Kamis 11 Juni 2026. Dokumentasi/ UMM
Sementara itu, Rektor UMM Nazaruddin Malik mengatakan pembangunan GKB 5 menjadi bukti kemandirian kampus dalam menghadirkan fasilitas pendidikan modern. Gedung yang mulai dirintis sejak 2023 itu dibangun dengan konsep swadaya dan swakelola oleh tim internal UMM.
"Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan," urai Nazaruddin.
GKB 5 berdiri di atas lahan seluas dua hektare dengan konsep green building dan struktur tahan gempa. Bangunan tersebut dirancang untuk memaksimalkan pencahayaan alami, menjaga sirkulasi udara sehat, serta dilengkapi laboratorium berstandar internasional hingga sistem pengolahan limbah khusus.
Selain ruang pembelajaran medis, gedung itu juga dilengkapi auditorium dan fasilitas penunjang lainnya untuk menunjang pendidikan tenaga kesehatan modern. Infrastruktur tersebut disiapkan agar lulusan UMM mampu menjawab tantangan sektor kesehatan di tingkat global.

Peresmian Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 di kompleks Rumah Sakit UMM, Kamis 11 Juni 2026. Dokumentasi/ UMM
Nazaruddin berharap peresmian GKB 5 menjadi momentum baru bagi UMM untuk memperluas kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menilai pengembangan fasilitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan peran kampus bagi masyarakat dan bangsa.
"Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa," ungkap Nazaruddin.