Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. ANTARA/HO-indonesia-air.com/pri.
Keluarga Harap Korban Pesawat ATR Ditemukan Selamat
Triawati Prihatsari • 19 January 2026 20:31
Karanganyar: Keluarga salah satu korban pesawat ATR 400, Hariadi, masih berharap ada kabar baik. Hariadi, warga Jati, Jaten, Karanganyar, merupakan Petugas Operasional Penerbangan yang menjadi salah satu korban hilang pesawat ATR 400.
"Dari pihak keluarga, dan kami warga Perubahan Kahuripan 3 berharap mudah-mudahan Mas Hariadi lekas ditemukan dengan kondisi selamat," kata Ketua RT 03, RW 08, Jati, Jaten, Karanganyar, Rudy Hermawan, di Karanganyar, Senin, 19 Januari 2026.
Menurutnya keluarga memilih untuk tetap menunggu kepastian dari pihak terkait. Ia mengakui, kondisi keluarga terutama istri korban masih belum stabil.
Hariadi bersama istrinya telah tinggal di wilayah tersebut selama 12 tahun terakhir. Hariadi dikenal sebagai sosok yang baik, mudah bergaul, dan religius.
"Kondisi saat ini, istrinya belum stabil karena masih berkabung menunggu berita yang masih belum pasti. Itu yang saya ketahui sampai saat ini. Tapi beliau orang yang baik, sosial masyarakatnya bagus, religius," imbuh Rudy.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa polisi telah mendatangi keluarga korban. Sampel tes DNA juga telah diambil dari keluarga kandung, yakni ayah dan adik korban.
"Kebetulan kemarin saya bertemu dari Polda Jateng. Menyampaikan belum ada berita pasti, masih proses pencarian. Jadi kondisi fix-nya Mas Hariadi yang ikut penerbangan pesawat belum tahu. Saya bertemu terakhir tanggal 31 Januari kemarin saat ada acara aqiqohan adiknya karena beliau memang jarang pulang ya," ujar Rudy.

Tim SAR Gabungan pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026.
Sebelumnya, pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat melintas di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Sesuai jadwal, pesawat seharusnya mendarat sekitar pukul 12.20 WITA. Hingga waktu pendaratan lewat, pesawat tersebut belum tiba di Makassar dan posisinya belum dapat dipastikan oleh otoritas terkait.