Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Metrotvnews.com/Yona
Polisi Lakukan Penyekatan Antisipasi Demo Mahasiswa Diikuti Pelajar STM
Siti Yona Hukmana • 27 February 2026 14:50
Jakarta: Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah skema pengamanan terkait aksi demo yang digelar elemen mahasiswa dan masyarakat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, salah satunya melakukan penyekatan di sejumlah ruas di Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Selain dari pelayanan aksi yang dilaksanakan di on the spot ini, kami juga 13 Polres jajaran bersama komponen masyarakat terlibat dalam melakukan penyekatan," kata Budi kepada wartawan usai Apel Keamanan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 26 Februari 2026.
Budi mengatakan langkah ini dilakukan agar para mahasiswa yang akan turun mengemukakan pendapatnya bisa menjaga kelompoknya untuk tidak mengikutsertakan pelajar.
"Kita juga sudah memberikan imbauan kepada elemen mahasiswa, kampus, apabila dalam melaksanakan penyampaian pendapat itu murni dari mahasiswa. Tidak melibatkan kaum-kaum, golongan-golongan tertentu," ujar Budi.
Total ada 3.093 personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan demo hari ini. Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Mabes Polri. Namun, pemberlakuannya bersifat situasional melihat situasi di lapangan.
Diketahui, sejumlah elemen mahasiswa akan menggelar unjuk rasa menuntut kematian pelajar Madrasah Tsanawiyah di Kota Tual, Arianto Tawakkal (AT), 14 atas penganiayaan oleh anggota Brimbo berinsial Bripda MS. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) telah membagikan flyer aksi tersebut di akun media sosialnya.

Sejumlah anggota Pelopor Korps Brimob mengikuti apel yang dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/Ilham Kausar.
Aksi demo bakal dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB. Anggota BEM UI Hafidz Hernanda menyampaikan setidaknya ada lima tuntutan yang akan disampaikan dalam demo nanti.
Berikut lima tuntutannya;
1. Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas.
2. Mendesak pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto.
3. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi.
4. Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan Polri dari jabatan sipil.
5. Menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri.