Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
STIK bakal Bertransformasi jadi Universitas Kepolisian
Muhammad Iqbal Sidiq • 17 June 2026 15:12
Jakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri tengah bersiap bertransformasi menjadi Universitas Kepolisian. Hal ini sebagai arahan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
"Bapak Kapolri tadi mengingatkan tentang bagaimana proyeksi ke depan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian," kata Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Transformasi ini ditekankan dalam momentum Dies Natalis ke-80 STIK. Pengembangan menjadi universitas dinilai perlu guna memperluas jangkauan transfer keilmuan bagi kepolisian.
Konsep Universitas Kepolisian dipastikan akan lebih inklusif. Nantinya, tidak hanya menjadi wadah bagi anggota Polri, melainkan juga terbuka bagi masyarakat sipil.
"Tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin mengenyam ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan bisa belajar di lembaga ini," ujar Panca.

Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak (tengah). Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Pengembangan ini diamini oleh Ketua STIK Lemdiklat Polri, Eko Rudi Sudarto. Menurutnya, berbagai dinamika sosial saat ini membutuhkan banyak masukan sudut pandang keilmuan yang lebih luas.
Implementasi inklusivitas itu, kata dia, sudah tercermin dari komposisi lulusan program pascasarjana doktoral (S-3) yang tidak lagi didominasi oleh personel kepolisian. Terdapat sejumlah pakar, akademisi, hingga pemerhati isu kepolisian yang sekolah di STIK.
"Dengan Universitas Kepolisian tentu harapannya banyak lagi masukan-masukan, karena ilmu itu tidak bersifat eksklusif. Ilmu itu harus inklusif, semua," ucap Eko.