Mantan anggota Reserse Narkoba Polrestabes Semarang Robig Zaenudin, terpidana 15 tahun kasus penembakan siswa SMK Negeri 4 Semarang terlibat peredaran narkoba dari dalam Lapas 1 Semarang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.(MI/AS)
Eks Polisi Penembak Pelajar di Semarang Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Terkait Narkoba
Media Indonesia • 24 April 2026 12:58
Semarang: Mantan anggota Satreskrim Narkoba Polrestabes Semarang, Robig Zaenudin, yang merupakan terpidana 15 tahun kasus penembakan siswa SMK Negeri 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy, dipindahkan dari Lapas Kelas I Semarang ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pasalnya, Robig diduga terlibat peredaran narkoba di dalam lapas.
"Narapidana Robig Zaenudin, kita pindahkan ke Lapas Nusakambangan, setelah mendapatkan beberapa pengaduan terkait dugaan pengendalian narkoba di luar lapas oleh salah satu warga binaan tersebut," kata Kepala Lapas Kelas I Semarang Ahmad Tohari, Jumat, 24 April 2026.
Baca Juga :
Pelaku Penembakan Gamma Dipecat dari Kepolisian

Mantan anggota Reserse Narkoba Polrestabes Semarang Robig Zaenudin, terpidana 15 tahun kasus penembakan siswa SMK Negeri 4 Semarang terlibat peredaran narkoba dari dalam Lapas 1 Semarang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.(MI/AS)
Ahmad menerangkan pemindahan narapidana dari Lapas Kelas 1 Semarang ke Lapas Nusakambangan, merupakan bagian dari kebijakan relokasi 40 warga binaan terutama kasus narkoba. Dengan rincian 20 orang dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Gladakan dan 20 orang lainnya ke Lapas Kelas IIB Nirbaya.
Ahmad mengungkap pemindahan para narapidana itu, dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pembinaan, pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Selain itu, juga untuk serta mengatasi kelebihan kapasitas Lapas.
"Nama Robig Zaenudin mencuat terkait dugaan aktivitas pengendalian narkoba yang dilakukan dari dalam lapas," ungkap dia.
Baca Juga :
"Ini merupakan upaya preventif guna mencegah potensi gangguan keamanan dan memastikan situasi di dalam lapas tetap kondusif dan sebagai bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih terarah," ujar Ahmad. (MI/AS)