Profil Silmy Karim, Wamen Imipas yang Jadi Tersangka Korupsi

Silmy Karim ketika menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Foto: Silmykarim.id

Profil Silmy Karim, Wamen Imipas yang Jadi Tersangka Korupsi

Muhamad Marup • 4 June 2026 15:08

Jakarta: Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat kembali dihebohkan dengan rentetan kasus dugaan tindak pidana korupsi. Salah satunya menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim.

Silmy diduga melakukan tindakan pemerasan dengan nominal yang didapat hingga ratusan miliar rupiah. Saat ini, Silmy telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebagai pejabat publik, Silmy malang melintang berkarier sebagai pejabat di banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tidak hanya itu, ia juga memiliki riwayat pendidikan yang mentereng.

Dari Trisakti ke Pertahanan Harvard & Nato

Mengutip Silmykarim.id, Silmy yang lahir 19 November 1974 di Tegal, Jawa Tengah, memiliki rangkaian riwayat pendidikan yang panjang. Tidak hanya di dalam negeri, tapi juga melanglangbuana hingga ke luar negeri.

Pendidikan di dalam negeri

Riwayat pendidikan tinggi Silmy dimulai di Universitas Trisakti. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi. Di kampus tersebut ia pernah menjadi Ketua Ikatan Alumni Trisakti pada tahun 2022.

Dari Trisakti, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI).

Silmy Karim ketika menjalani tugas sebagai  Ketua IKA Universitas Trisakti. Foto: Silmykarim.id

Pendidikan di luar negeri

Tidak puas hanya dengan pendidikan di dalam negeri, Silmy Karim melanjutkan perjalanan akademisnya ke berbagai universitas ternama di dunia, khususnya dalam bidang pertahanan. Beberapa institusi pendidikan luar negeri yang pernah ia singgahi yaitu:
  1. Georgetown University, Washington D.C
  2. George C. Marshall European Center for Security Studies, Jerman
  3. NATO School, Oberammergau, Jerman
  4. Harvard University, Cambridge, Massachussetts
  5. Naval Postgraduate School (NPS), Monterey, California
Selain itu, ia dikenal aktif dalam sejumlah organisasi kepemudaan dan sosial seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta Yayasan Paramadina.

Transformasi Karier

Dengan latar belakang ekonomi, Silmy Karim memulai perjalanan profesionalnya dengan bekerja di berbagai perusahaan besar yang bergerak di sektor industri dan BUMN. Beberapa di antaranya yaitu sebagai Direktur Utama PT. Pindad (2014) dan Direktur Utama PT. Barata Indonesia (2016).

Riwayat pendidikan dari ekonomi ke bidang pertahanan dan militer Silmy sekaligus menunjukkan jejak karier Shilmy. Ia merupakan Salah satu pakar di Indonesia pada bidang Manajemen Pertahanan dan National Security. Adapun kariernya di pemerintahan sebagai beriku:
  • Anggota Tim Pakar Manajemen Pertahanan Kementerian Pertahanan RI.
  • Anggota Tim Asistensi Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
  • Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga.
  • Anggota Dewan Analis Strategis, Badan Intelijen Negara (BIN).
  • Anggota Tim Supervisi Transformasi Bisnis (TSTB) TNI.
Dalam penugasan di Kementerian Pertahanan, Silmy juga mendapatkan bintang jasa Dharma Pertahanan Republik Indonesia pada tahun 2014.

Karier pemerintahannya dimulai pada tahun 2023 ketika memimpin Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Perjalannya ke posisi lebih tinggi terbilang cepat karena pada tahun 2024, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Silmy sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

KPK Duga Silmy Karim Terima Uang Pemerasan hingga Ratusan Miliar Rupiah

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim (tengah) berjalan dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Saat ini, Silmy tengah meringkuk menanti nasib atas kasus dugaan korupsi. Kasus Silmy menunjukkan rentetan riwayat pendidikan dan karier yang mentereng, belum menjamin integritas seseorang.

(Muhamad Marup)