Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan olah TKP penemuan mayat di kios Ayam Geprek Perumahan Mega Regency Blok D33, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Minggu.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Karyawan Ayam Geprek Ditemukan dalam Freezer, Ini Kesaksian Bos
Siti Yona Hukmana • 30 March 2026 06:55
Kabupaten Bekasi: AL, pemilik kios usaha ayam geprek, di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menemukan mayat salah seorang pegawainya dalam freezer pada Sabtu, 28 Maret 2026. Menurut AL, korban bernama Pak Bedul yang berusia sekitar 45 tahun itu merupakan pekerja lepas di tempat usahanya.
Ia mengatakan penemuan mayat pegawainya tersebut bermula saat dirinya mendatangi kios untuk memeriksa kondisinya yang ditinggalkan para pegawai mudik Lebaran Idulfitri. AL mengaku melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam freezer dari celah pintu. Kemudian, dirinya sontak terkejut saat mendapati jasad korban sudah terbungkus kain dan plastik di dalam mesin pembeku makanan tersebut.
Kemudian, AL memberi tahu warga dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Serang Baru dan Polres Metro Bekasi mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).
AL mengungkapkan korban juga merupakan petugas keamanan ruko setempat. Saat menemukan jasad korban, menurut dia, beberapa barang operasional toko hilang.
"Dua sepeda motor yang biasa digunakan oleh korban dan satu karyawan lain hilang. Itu motor operasional," kata AL.

Ilustrasi Medcom.id
AL mengaku belum dapat memastikan ada atau tidaknya korelasi atas hilangnya dua sepeda motor operasional toko miliknya dengan kejadian penemuan jasad itu. Namun, dirinya memastikan pegawainya tidak dapat dihubungi sejak Jumat, 27 Maret 2026.
"Karyawan (tetap) saya ada dua, laki-laki usia 28 tahun dan 24 tahun, tapi motor tidak di kios itu. Saya tidak tahu di mana, karyawan juga tidak bisa ditelepon, di chat whatsapp juga ceklis satu," ujar AL.
AL menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Penyebab kematian pria itu masih diselidiki. Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Metro Jaya terjun langsung mendatangi lokasi untuk olah TKP, didampingi jajaran Polres Metro Bekasi pada Minggu, 29 Maret 2026.