Kawal Aksi Peringatan Reformasi, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Polres Metro Jakarta Pusat mengawal jalannya aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Kawal Aksi Peringatan Reformasi, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Rifda Muthia Zahra • 21 May 2026 10:24

Jakarta: Polres Metro Jakarta Pusat mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal jalannya aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Langkah simpatik ini diwujudkan dengan menerjunkan tim polisi wanita (polwan) sebagai garda terdepan guna meredam tensi sekaligus melayani massa aksi.

“Pegang teguh prinsip jaga Jakarta, lindungi warga dan masyarakat, tunjukkan prinsip persuasif dan humanis, jaga profesionalisme dan buktikan bahwa kita mampu jaga masyarakat sebaik-baiknya,” ujar Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Metro Jaya, Kombes Teguh Tri Sasongko, saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
 


Aparat kepolisian berkomitmen penuh menjaga kondusivitas Ibu Kota tanpa mengesampingkan hak penyampaian aspirasi para pengunjuk rasa. Seluruh petugas di lapangan diinstruksikan ketat untuk menghindari tindakan represif dan selalu mengutamakan komunikasi dua arah yang sejuk sepanjang jalannya aksi.

"Nanti untuk rekan Tim Negopolwan (Negosiator Polwan), kami mohon bantuan lagi untuk nanti ada dukungan logistik nanti dari rekan-rekan Polwan-lah kita yang kedepankan begitupun juga nanti untuk pemberian imbauan-imbauan kepada massa pengunjuk rasa,” tambah Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Ashabul Kahfi.

Sebagai bentuk nyata dari cetak biru pengamanan humanis tersebut, tim Polwan yang bertugas dibekali dengan logistik makanan dan minuman untuk dibagikan langsung kepada para peserta unjuk rasa di lapangan.

Meski mengutamakan aspek humanis, kepolisian menegaskan tidak akan abai terhadap aspek keamanan dan deteksi dini potensi kericuhan. Petugas tetap disiagakan penuh untuk mengantisipasi segala bentuk tindakan provokatif, termasuk penggunaan alat atau bahan berbahaya yang dapat memicu kebakaran di area demonstrasi.

"Meskipun kita laksanakan dengan persuasif dan humanis tetap kita upayakan untuk tidak ada hal-hal yang membahayakan antara lain potensi bakar atau pembakaran ban maupun alat bahan lain yang mudah terbakar sedari awal,” tegas Kahfi.


Polres Metro Jakarta Pusat mengawal jalannya aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Di sisi lain, seluruh personel gabungan diminta terus memonitor dinamika lapangan yang sangat dinamis dan dilarang keras meremehkan situasi sekecil apa pun. Skenario taktis komprehensif telah disiapkan agar petugas tidak gagap dalam mengambil keputusan jika terjadi eskalasi massa di beberapa titik vital.

“Pada intinya rekan-rekan jangan underestimate, kita selalu overestimate memperkirakan sampai dengan kemungkinan terburuk sehingga apabila manakala terjadi kemungkinan terburuk itu kita sudah siap,” tutur Kahfi.

Aksi peringatan Hari Reformasi ini dijadwalkan mulai berpusat di kawasan Monas Selatan dan sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan pada siang hari ini. Kepolisian berharap komitmen pelayanan yang tulus ini dapat membuat seluruh rangkaian penyampaian aspirasi publik berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)