Ilustrasi. Foto: dok Xinhua.
Wall Street Ambruk di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Husen Miftahudin • 21 July 2026 07:51
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin waktu setempat setelah investor mengambil sikap hati-hati menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berkapitalisasi besar. Sentimen pasar juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Xinhua, Selasa, 21 Juli 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 307,16 poin atau 0,59 persen ke level 51.839,26. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi 14,41 poin atau 0,19 persen menjadi 7.443,28, sedangkan Nasdaq Composite melemah 12,17 poin atau 0,05 persen ke posisi 25.508,07.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, delapan sektor berakhir di zona merah. Sektor kesehatan dan material mencatat penurunan terdalam masing-masing sebesar 1,15 persen dan 0,94 persen. Sebaliknya, sektor layanan komunikasi dan energi menjadi penopang pasar dengan kenaikan masing-masing 0,74 persen dan 0,55 persen.
Mengutip Xinhua, Selasa, 21 Juli 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 307,16 poin atau 0,59 persen ke level 51.839,26. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi 14,41 poin atau 0,19 persen menjadi 7.443,28, sedangkan Nasdaq Composite melemah 12,17 poin atau 0,05 persen ke posisi 25.508,07.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, delapan sektor berakhir di zona merah. Sektor kesehatan dan material mencatat penurunan terdalam masing-masing sebesar 1,15 persen dan 0,94 persen. Sebaliknya, sektor layanan komunikasi dan energi menjadi penopang pasar dengan kenaikan masing-masing 0,74 persen dan 0,55 persen.
Konflik AS-Iran dorong harga minyak
Ketidakpastian pasar kembali meningkat setelah konflik antara AS dan Iran memanas sepanjang akhir pekan. Eskalasi terjadi setelah AS melanjutkan operasi militernya untuk hari kesembilan berturut-turut, sementara Iran melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas milik sekutu AS di kawasan tersebut.
Situasi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus naik 74 sen atau 0,9 persen menjadi USD83,23 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak September menguat USD1,12 atau 1,27 persen menjadi USD89,22 per barel di ICE Futures Exchange, London.
Sementara pada pergerakan saham emiten menunjukkan kinerja yang bervariasi. Saham Warner Bros. Discovery turun 3,76 persen, sedangkan Paramount Skydance melemah 2,06 persen.
Penurunan terjadi setelah hakim federal mengeluarkan perintah sementara yang menghentikan proses akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance menyusul gugatan antimonopoli dari koalisi jaksa agung sejumlah negara bagian.

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Saham teknologi mencatat penguatan
Di sisi lain, saham perusahaan teknologi dan media mencatat penguatan. Saham Alibaba yang tercatat di bursa AS naik 4,67 persen setelah meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) Qwen3.8 Max, yang diklaim menempati posisi kedua secara global setelah arsitektur Fable 5 milik Anthropic.
Sementara itu, saham AMC Entertainment melonjak 26,8 persen setelah perusahaan membukukan hasil keuangan kuartal II yang melampaui ekspektasi pasar.
Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar yang dijadwalkan rilis pada akhir pekan ini, termasuk Alphabet, Intel, IBM, dan Tesla.
Investor berharap laporan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas belanja modal perusahaan untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan, terutama dalam mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas di tengah tingginya ekspektasi terhadap sektor AI.