Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Berapa Diskon Mobil Listrik di 2026? Simak Informasi Lengkapnya
Eko Nordiansyah • 11 February 2026 17:30
Jakarta: Kebijakan insentif mobil listrik untuk tahun 2026 masih dalam tahap pembahasan intensif di tingkat pemerintah. Kepastian besaran diskon atau fasilitas fiskal yang akan diberikan belum diumumkan resmi, setelah insentif sebelumnya berakhir pada 31 Desember 2025.
Status diskon di 2026
Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), telah mengajukan usulan keberlanjutan insentif ke Kementerian Keuangan. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menegaskan bahwa pembahasan masih berlangsung lintas kementerian dan mencakup kendaraan hybrid."Soal insentif ditunggu saja. Mudah-mudahan segera ada jawabannya," jelas Setia Diarta.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan bahwa skema yang diusulkan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti segmen kendaraan, jenis teknologi, tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan jenis baterai. Ia mengisyaratkan kemungkinan perbedaan besaran insentif, misalnya antara mobil listrik dengan baterai berbasis nikel dan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP).
Baca Juga :
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Dikaji, Ini Manfaat yang Bisa Didapat
.jpg)
(Ilustrasi. Foto; Dok Metrotvnews.com)
Dampak penhentian insentif
Wacana penghentian insentif sempat mencuat, dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan rencana alih anggaran untuk program mobil nasional. Pengamat ekonomi memperingatkan dampak negatif yang dapat timbul jika insentif benar-benar dihentikan tanpa pengganti:- Penurunan Penjualan: Harga kendaraan listrik berpotensi naik dan menekan minat beli masyarakat, terutama di tengah pelemahan daya beli kelas menengah.
- Hambatan Industri: Perkembangan industri pendukung, seperti baterai dan komponen, dapat terhambat.
- Perlambatan Transisi Energi: Target adopsi kendaraan ramah lingkungan dan pengurangan ketergantungan pada BBM berpotensi melambat.
Manfaat dan rekomendasi insentif
Di sisi lain, keberlanjutan insentif dinilai memiliki manfaat strategis jangka panjang, di antaranya:- Harga Lebih Terjangkau: Membuat mobil listrik kompetitif di pasar.
- Ramah Lingkungan: Menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
- Ketahanan Energi Nasional: Mengurangi ketergantungan pada impor BBM.
- Dukungan Industri: Menjaga momentum penjualan dan menarik investasi.
Dilansir dari Antara, Pengamat ekonomi senior Perbanas, Josua Pardede, menilai pemberian insentif masih diperlukan. Ia merekomendasikan skema insentif bersyarat sebagai solusi yang realistis, misalnya dengan memberikan kemudahan bagi produsen yang telah memenuhi TKDN atau untuk pembelian mobil pertama.
Hingga saat ini, besaran diskon atau bentuk insentif mobil listrik untuk tahun 2026 belum ditetapkan. Konsumen dan pelaku industri masih perlu menunggu keputusan final pemerintah yang tengah mempertimbangkan keseimbangan antara dukungan fiskal, stimulus industri, dan dampak ekonomi yang lebih luas. (Muhammad Adyatma Damardjati)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com