Monumen Pancasila Sakti. dok. Medcom.id_Faisal Abdalla
5 Fakta Monumen Pancasila Sakti, Saksi Sejarah Peristiwa G30S/PKI
Putri Purnama Sari • 1 October 2026 13:43
Jakarta: Monumen Pancasila Sakti di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, menjadi salah satu tempat bersejarah peristiwa Gerakan 30 September 1965. Monumen ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa tersebut.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Monumen Pancasila Sakti menjadi lokasi pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Pemerintah menetapkan monumen tersebut sebagai tempat upacara tingkat pusat untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026.
Selain menjadi lokasi peringatan setiap 1 Oktober, kawasan Monumen Pancasila Sakti menyimpan sejumlah bagian yang berkaitan dengan sejarah peristiwa 1965. Pengunjung dapat melihat patung Pahlawan Revolusi, museum, rumah penyiksaan, hingga sumur tua yang menjadi bagian dari kompleks tersebut.
Monumen ini juga dapat dikunjungi masyarakat sebagai tempat untuk mengenal sejarah melalui koleksi, dokumentasi, dan berbagai bangunan yang berada di dalam kawasan.
Mengutip akun Instagram resmi @monumenpancasilasakti, berikut lima fakta Monumen Pancasila Sakti yang perlu diketahui.
5 Fakta Monumen Pancasila Sakti
1. Tempat Mengenang Pahlawan Revolusi
Monumen Pancasila Sakti berada di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Monumen ini dibangun untuk mengenang tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S.
Gagasan pembangunan monumen berasal dari Presiden ke-2 RI Soeharto. Pembangunannya dimulai pada pertengahan Agustus 1967 dan diresmikan pada 1 Oktober 1973.
2. Berdiri di Lahan Seluas 14,6 Hektare
Kompleks Monumen Pancasila Sakti berdiri di atas lahan seluas sekitar 14,6 hektare. Sebelum menjadi kawasan monumen, lahan tersebut berupa perkebunan karet yang sudah tidak digunakan.
Di dalam kawasan ini terdapat Sumur Tua dengan kedalaman sekitar 12 meter dan diameter 75 sentimeter. Sumur tersebut menjadi salah satu bagian penting yang berkaitan dengan sejarah peristiwa G30S.
3. Memiliki Enam Bagian Utama
Kawasan Monumen Pancasila Sakti memiliki enam bagian utama, yakni Patung Pahlawan Revolusi, Museum Pengkhianatan PKI, Sumur Tua, Rumah Penyiksaan, Museum Paseban, dan Pos Komando. Setiap bagian memiliki fungsi dan koleksi yang berkaitan dengan sejarah kawasan tersebut.
Pengunjung dapat melihat foto, dokumen, pakaian asli, artefak, replika ruangan, serta berbagai benda bersejarah. Koleksi tersebut dapat menjadi bahan untuk mengenal lebih jauh sejarah peristiwa yang berkaitan dengan Monumen Pancasila Sakti.
4. Lokasi Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Monumen Pancasila Sakti menjadi salah satu lokasi penting dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober. Peringatan tersebut berkaitan dengan penghormatan terhadap Pahlawan Revolusi sekaligus mengenang sejarah perjuangan mempertahankan Pancasila.
Setiap tahun, upacara peringatan digelar di kawasan monumen dan dihadiri Presiden, pejabat negara, serta masyarakat. Kawasan ini juga menjadi tempat edukasi sejarah bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
5. Tempat Wisata Bersejarah
Monumen Pancasila Sakti buka pada Selasa hingga Minggu pukul 08.00–15.30 WIB. Sementara itu, setiap Senin kawasan ditutup untuk kegiatan pembersihan dan perawatan rutin.
Tiket masuk untuk pengunjung umum atau dewasa sebesar Rp5.000 per orang, sedangkan pelajar dan mahasiswa Rp3.000 per orang. Pengunjung juga dapat menggunakan jasa pemandu dengan tarif Rp100.000 per pemandu atau bus.
Monumen Pancasila Sakti tidak hanya menjadi lokasi peringatan Hari Kesaktian Pancasila, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang dapat dikenali pengunjung. Berbagai koleksi dan bagian di dalam kompleks monumen dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat untuk mengenal sejarah peristiwa G30S/PKI.
(Angel Rinella)