Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Bitcoin Menguat 0,5% ke Level USD82.080
Husen Miftahudin • 16 October 2026 08:57
New York: Harga bitcoin menguat tipis pada perdagangan Kamis waktu setempat, seiring perbaikan sentimen di pasar aset berisiko setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) turun tajam. Pelaku pasar kripto juga mencermati data inflasi produsen AS yang melampaui perkiraan.
Mengutip Investing.com, Jumat, 16 Oktober 2026, bitcoin sebagai mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, naik 0,5 persen menjadi USD82.080,5.
Penguatan bitcoin terjadi di tengah rilis sejumlah indikator ekonomi AS yang menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Inflasi produsen AS lampaui perkiraan
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) meningkat 1,3 persen secara bulanan pada September 2026. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar dalam sekitar empat setengah tahun, jauh melampaui perkiraan ekonom sebesar 0,3 persen. Pada Agustus, PPI naik 0,5 persen.
Secara tahunan, PPI meningkat 6,3 persen, lebih tinggi dibandingkan perkiraan 5,3 persen dan kenaikan 5,6 persen pada Agustus. Angka tersebut menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak Desember 2022. Tekanan inflasi juga terlihat pada PPI inti, yang tidak memperhitungkan harga pangan dan energi. Indikator tersebut naik 0,7 persen secara bulanan dan 5 persen secara tahunan pada September.
Realisasi itu melampaui perkiraan pasar masing-masing sebesar 0,3 persen dan 4,4 persen. Sebagai perbandingan, PPI inti pada Agustus meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 4,8 persen secara tahunan.
Data PPI dirilis sehari setelah indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS juga menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan. Kedua indikator tersebut memperlihatkan tekanan inflasi yang turut dipengaruhi kenaikan harga energi.
Selain data inflasi, sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan aktivitas konsumsi masih bertahan dan pasar tenaga kerja relatif stabil. Biro Sensus AS melaporkan penjualan ritel meningkat 0,8 persen secara bulanan menjadi USD745 miliar pada September 2026. Angka tersebut melampaui perkiraan pasar sebesar 0,3 persen, tetapi melambat dibandingkan pertumbuhan 1,3 persen pada Agustus.
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim awal tunjangan pengangguran mencapai 199 ribu pada pekan yang berakhir 10 Oktober 2026. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan pasar. Rata-rata pergerakan empat minggu klaim pengangguran naik menjadi 198.500, tetapi masih berada di dekat level terendah sejak Oktober 2022.
Kombinasi inflasi yang tinggi, konsumsi yang relatif kuat, dan pasar tenaga kerja yang stabil dapat memengaruhi keputusan The Fed dalam menentukan arah suku bunga. Kebijakan moneter yang lebih ketat umumnya memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Meski data inflasi produsen melampaui perkiraan, imbal hasil obligasi pemerintah AS justru turun tajam. Pergerakan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung sentimen di pasar aset berisiko. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 12,8 basis poin menjadi 5,061 persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi bertenor dua tahun melemah 4,5 basis poin menjadi 4,757 persen.
Pasar obligasi sebelumnya mengalami tekanan yang mendorong imbal hasil ke level tinggi. Namun, obligasi pemerintah AS kembali diminati sebagai aset lindung nilai di tengah kekhawatiran terhadap besarnya utang perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Penurunan imbal hasil obligasi dapat mengurangi tekanan terhadap aset berisiko. Meski demikian, pergerakan Bitcoin tetap dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga, kondisi likuiditas, dan sentimen investor.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Mayoritas harga kripto menguat
Sejumlah mata uang kripto selain Bitcoin juga mencatat kenaikan pada perdagangan Kamis. Berikut daftar selengkapnya:
- Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 1,7 persen menjadi USD2.461,72.
- XRP menguat 0,5 persen.
- BNB naik 0,2 persen.
- Cardano menguat 0,8 persen.
- Solana meningkat 1,2 persen.
- Di kelompok memecoin, Dogecoin melemah 0,3 persen.
- Token bertema Donald Trump dengan kode perdagangan TRUMP naik 0,1 persen.