Stasiun Jakarta Kota, Perpaduan Estetika Klasik dan Kenangan yang Terjaga

Stasiun Jakarta Kota. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Stasiun Jakarta Kota, Perpaduan Estetika Klasik dan Kenangan yang Terjaga

Metro TV • 15 September 2026 19:21

Jakarta: Di tengah pesatnya modernisasi dan kepadatan Ibu Kota, Stasiun Jakarta Kota tidak sekadar berfungsi sebagai tempat transit bagi para penglaju, melainkan menjelma menjadi cagar budaya yang menyimpan sejuta kenangan intergenerasi.

“Dulu waktu saya kecil ke sini sama orang tua, sekarang sudah sama anak sendiri juga bangunannya masih sama saja. Tapi itu justru yang bikin nostalgia kalau ke sini,” kata salah seorang warga Tambora, Nina, saat ditemui di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Senin, 15 September 2026.
 


Bagi Nina yang telah memadati stasiun ini sejak kanak-kanak, kelestarian arsitektur klasik Stasiun Jakarta Kota memberikan nilai estetika sekaligus kenyamanan tersendiri.

“Untung jadi cagar budaya, jadi enggak diubah-ubah (bangunannya). Di sini angin juga gampang masuk, jadi enggak terlalu pengap. Terus juga menurut saya malah jadi estetik aja gitu kalau ada bangunan kuno di tengah Jakarta kan,” ujar Nina.

Kekaguman senada dirasakan oleh Yuki, seorang perantau asal Sumatra yang baru lima tahun bermukim di Jakarta. Ia mengaku langsung terpesona oleh keunikan nuansa bangunan bersejarah tersebut begitu melangkahkan kaki ke dalam stasiun.

“Pertama kali naik kereta di sini (Jakarta) sih, waktu itu di (Stasiun) Pasar Senen. Tapi kalau di sini emang beda suasananya. Masuk langsung lega, luas gitu. Bangunannya juga ikonik lah kalau dibilang,” kata Yuki.

Meski tidak begitu memahami detail riwayat pendiriannya, Yuki menilai atmosfer historis bangunan Stasiun Jakarta Kota sangat kontras jika dibandingkan dengan stasiun-stasiun modern lainnya.

“Saya sih enggak tahu ini sejarahnya gimana. Tapi waktu masuk pasti orang tau kalau ini bersejarah nih. Dari bentuk fasad, ini atap, temboknya juga bahkan beda. Yang begini ini buat suasananya beda lah sama stasiun lain di Jakarta, terutama yang udah modern begitu,” terang Yuki.


Stasiun Jakarta Kota. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Sejarah Stasiun Jakarta Kota

Rangkaian sejarah stasiun ini berawal dari keberadaan Stasiun Batavia Noord yang melayani rute Batavia–Buitenzorg (Jakarta–Bogor) sejak 1871. Dikarenakan lokasinya yang berdekatan dengan Stasiun Batavia Zuid—hanya berjarak sekitar 200 meter—operasional dinilai kurang efektif hingga memicu gagasan pembangunan stasiun utama. Stasiun Jakarta Kota kemudian resmi beroperasi pada 8 Oktober 1929.

Bangunan ikonik ini dirancang oleh arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Ia menerapkan gaya arsitektur art deco yang disesuaikan secara cermat dengan iklim tropis Indonesia.

Rancangan atap tinggi dengan bukaan ventilasi berukuran besar memungkinkan sirkulasi udara alami tetap terjaga tanpa ketergantungan pada pendingin ruangan. Dipadu dengan dominasi warna abu-abu dan putih, stasiun ini menghadirkan kesan klasik yang tak lekang oleh waktu.

Ciri khas arsitektural tersebut terus dipertahankan secara konsisten sejak diresmikan, terutama setelah Stasiun Jakarta Kota resmi ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)