8 Rekomendasi Sajian untuk Pesta Rakyat HUT RI

Peserta lomba merias nasi tumpeng saat mengikuti perlombaan rias tumpeng tema kemerdekaan dalam rangka menyambut HUT ke-75 RI di Jalan Haka, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu, 16 Agustus 2026. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

8 Rekomendasi Sajian untuk Pesta Rakyat HUT RI

Riza Aslam Khaeron • 13 August 2026 20:07

Jakarta: Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari Senin, 17 Agustus 2026.

Pada tahun ini, pemerintah mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” serta menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat, termasuk Pesta Rakyat di kawasan Monas dan Bundaran HI, Jakarta.

Namun, kemeriahan perayaan 17 Agustus tidak hanya diisi dengan upacara bendera, perlombaan, atau panggung hiburan. Di berbagai daerah, peringatan kemerdekaan kerap diidentikkan dengan tradisi makan bersama. Hidangan yang disajikan beragam, menyesuaikan tradisi dan kekayaan kuliner lokal tiap wilayah.

Berikut adalah sejumlah sajian dan tradisi makan bersama yang mewarnai perayaan HUT RI di berbagai daerah di Indonesia.
 

1. Nasi Tumpeng dalam Malam Tirakatan

Nasi tumpeng merupakan salah satu hidangan yang kerap hadir dalam perayaan kemerdekaan, terutama pada malam tirakatan menjelang 17 Agustus.

Tradisi tirakatan umumnya digelar oleh masyarakat Jawa pada malam 16 Agustus. Warga berkumpul untuk berdoa, mengenang jasa para pahlawan, serta mempererat silaturahmi antarwarga desa atau lingkungan RT/RW.

Istilah “tirakatan” berasal dari kata tirakat, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna menahan hawa nafsu atau melakukan laku spiritual.

Menurut Antara, malam tirakatan merupakan kegiatan masyarakat sebagai bentuk refleksi dan rasa syukur terhadap kemerdekaan bangsa.
 

2. Nasi Liwet di Jawa Barat

Nasi liwet juga menjadi pilihan untuk sajian Agustusan, terutama karena mudah dimasak dalam jumlah besar dan dilengkapi beragam lauk.

Mengutip laman Kementerian Agama (Kemenag), dalam perayaan HUT ke-80 RI di Tegal Onder, Bojong, Kabupaten Purwakarta, pada 2025, setelah menyelesaiakan rangkaian kegiatan perlombaan, warga memasak nasi liwet secara gotong royong lalu menyantapnya bersama-sama di pelataran.

Pola penyajian nasi liwet yang beralaskan daun pisang memungkinkan banyak orang makan dalam satu hamparan.
 

3. Bubur Merah Putih di Jambi

Sesuai namanya, bubur merah putih memiliki dua kombinasi warna yang menyerupai bendera nasional, sehingga kerap disajikan saat perayaan Hari Kemerdekaan.

Sajian ini pernah menjadi bagian utama dari peringatan HUT RI di Kota Jambi. Pada 17 Agustus 2016, Pemerintah Kota Jambi menyajikan 71 nampan bubur merah putih untuk memperingati HUT ke-71 RI.

Secara cita rasa, bubur ini memadukan rasa asin dan manis. Pemerintah Kota Jambi saat itu memaknakan cita rasa asin sebagai gambaran beratnya perjuangan merebut kemerdekaan. Rasa asin sebagai simbol perjuangan para pejuang yang menumpahkan darah dan keringat melawan penjajah.

"Untuk rasa manis itu adalah masa sekarang di mana perjuangan mereka telah membuahkan kemerdekaan. Itulah maknanya, kenapa tidak kami buat pahit dan manis. Sambil makan bubur, mungkin juga bisa mengingatkan nostalgia zaman dulu," kata Wali Kota Jambi, Sy Fasha tahun 2016, mengutip Antara.
 

4. Ayam Ingkung

Ayam ingkung merupakan olahan ayam utuh khas Jawa yang dimasak menggunakan santan dan beragam bumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, ketumbar, serai, jahe, daun salam, serta daun jeruk.

Hidangan ini menjadi salah satu menu tradisional yang rutin dihidangkan jelang 17 Agustus. Dalam jamuan kemerdekaan, ayam ingkung dapat disajikan secara tersendiri maupun dijadikan lauk pendamping utama pada tumpeng.

Format ayam yang diolah utuh beserta kuah santannya menjadikan hidangan ini praktis untuk melengkapi nasi dan sayuran pada konsumsi acara warga.
 

5. Telok Abang di Palembang

Masyarakat Palembang memiliki tradisi kuliner khas Agustusan bernama telok abang, yang secara harfiah berarti telur merah.

Panganan ini berupa telur ayam rebus yang bagian cangkangnya diberi warna merah. Telok abang menjadi identitas perayaan 17 Agustus di Palembang dan umumnya dijajakan bersanding dengan mainan atau miniatur berbentuk kapal, pesawat, serta kendaraan perahu hias.

Tampilannya yang mencolok dengan warna merah cerah membuat telok abang mudah dijumpai di antara deretan penjual musiman jelang Hari Kemerdekaan.


Bubur merah putih. (Ika Mahendra Moenif/Cookped)
 

6. Ketan Sepit di Palembang

Selain telok abang, Palembang juga memiliki jajanan khas perayaan kemerdekaan bernama ketan sepit.

Ketan sepit merupakan olahan berbahan dasar beras ketan yang sekilas menyerupai lemper. Karakteristik utamanya terletak pada penggunaan dua bilah bambu untuk menjepit ketan tersebut sehingga memiliki bentuk penyajian yang khas.

Ukurannya yang tergolong porsi kecil membuat ketan sepit fleksibel disajikan sebagai kudapan pendamping hidangan utama pada kegiatan pesta rakyat.
 

7. Kerak Telor di Jakarta

Pesta rakyat di Jakarta kerap dimeriahkan oleh hidangan khas Betawi, salah satunya kerak telor. Kuliner ini dibuat dari campuran beras ketan dan telur (ayam atau bebek) yang dimasak di atas wajan cembung, lalu diberi taburan serundeng serta bumbu racikan khas.

Penyajiannya yang dapat dimasak secara langsung di tempat dalam porsi perorangan menjadikan kerak telor cocok sebagai makanan di area hiburan rakyat.
   

8. Nasi Tiwul

Di samping olahan berbasis beras, hidangan berbahan dasar singkong juga hadir mengisi ragam sajian kemerdekaan, salah satunya nasi tiwul dari wilayah Jawa.

Tiwul diolah dari singkong yang dikeringkan menjadi gaplek, lalu ditumbuk dan dikukus hingga membentuk butiran-butiran pengganti nasi.

Nasi tiwul dapat disajikan sebagai makanan pokok pendamping lauk-pauk maupun diolah menjadi hidangan manis sederhana, sekaligus menjadi variasi di tengah dominasi nasi tumpeng atau nasi kuning pada acara kemerdekaan

(Riza Aslam Khaeron)