Pramono Targetkan RS Sumber Waras Jadi Pusat Kanker Internasional

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono Targetkan RS Sumber Waras Jadi Pusat Kanker Internasional

Fachri Audhia Hafiez • 15 February 2026 23:32

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menyulap Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, Jakarta Barat, menjadi fasilitas kesehatan berstandar internasional. Rumah sakit tersebut nantinya akan difokuskan sebagai pusat penanganan penyakit kanker dan jantung di ibu kota.

"Dari Pak Ahok (mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama), Rumah Sakit Sumber Waras, Alhamdulillah sudah selesai. Segera kita mulai bangun rumah sakit internasional untuk kanker dan jantung," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 15 Februari 2026.
 


Pramono menjelaskan bahwa proyek ini merupakan realisasi dari janji kampanyenya sekaligus langkah untuk menyelesaikan program yang sempat tertunda pada masa kepemimpinan Ahok. Saat ini, Pemprov DKI telah mengajukan usulan agar pembangunan RS Sumber Waras masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan pun dilaporkan telah mengalir dari kementerian terkait, di antaranya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perekonomian. Meski sangat berharap usulan tersebut disetujui pemerintah pusat sebagai PSN, Pramono menegaskan Pemprov DKI akan tetap menjalankan pembangunan secara mandiri jika keputusan pusat belum kunjung turun.
 
Terkait isu hukum yang sempat membelit lahan tersebut, Pramono memastikan seluruh persoalan masa lalu sudah tuntas secara administratif maupun legal. Hal ini merujuk pada kesimpulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terdahulu yang menyatakan tidak menemukan unsur perbuatan melawan hukum dalam proses pembelian lahan tersebut pada 2015 silam.

Rencana transformasi RS Sumber Waras ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik di Jakarta. Terutama untuk menekan angka kematian akibat penyakit katastropik seperti kanker dan jantung yang selama ini membutuhkan penanganan spesifik dan teknologi mutakhir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)