Anak-anak penyintas bencana melantunkan syair didong Gayo di tenda pengungsian yang berlokasi di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Aceh, Kamis, 19 Februari 2026. ANTARA/FAJAR SATRIYO
Anak-Anak Penyintas Bencana di Aceh Tengah Ngabuburit Lewat Didong Gayo
Silvana Febiari • 19 February 2026 18:08
Aceh Tengah: Sejumlah anak penyintas bencana Sumatra di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, ngabuburit dengan melantunkan kesenian tradisional didong. Mereka memutuskan untuk melantunkan didong sembari menunggu waktu berbuka.
"Saya merasa senang karena bisa tampil bersama teman-teman saya melantunkan Didong Gayo dan ketika saya melihat longsor-longsoran seperti ini dan saya merasa sedih seperti saya ingin menangis gitu," kata penyintas bencana Sumatra, Chairullah, dikutip dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Didong merupakan tradisi kesenian masyarakat Gayo khususnya di Aceh Tengah dengan melantunkan perpaduan antara syair, tari, dan vokal. Tradisi ini umumnya dilakukan sekelompok pria yang melantunkan puisi tradisional. Namun kini tradisi tersebut juga bisa dilantunkan oleh anak-anak.

Anak-anak penyintas bencana melantunkan syair didong Gayo di tenda pengungsian yang berlokasi di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Aceh, Kamis, 19 Februari 2026. ANTARA/FAJAR SATRIYO
Tradisi ini merupakan media untuk hiburan, dakwah, dan kritik terhadap kondisi sosial. Secara umum, pertunjukan ini dilakukan ketika menyambut hari-hari besar maupun acara seperti pernikahan atau khitanan.
“Jadi didong Gayo ini sudah ada sebelum merdeka. Ini menceritakan tentang agama dan sejarah,” kata pegiat didong Gayo, Teuku Haji Muda.
Teuku Haji Muda berharap tradisi yang diajarkan secara turun temurun ini bisa terus dilestarikan oleh anak-anak. Meski di tengah bencana, ia mengaku tetap melatih anak-anak belajar didong Gayo.