Gerak Rupiah 'Adem' Sore Ini

Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah.

Gerak Rupiah 'Adem' Sore Ini

Ade Hapsari Lestarini • 7 January 2026 16:28

Jakarta: Kurs rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan sore ini menguat tipis. Pasalnya sejak pagi, mata uang Garuda itu sudah tertekan sejak pembukaan perdagangan.

Mengacu data Bloomberg, Rabu, 7 Januari 2026, rupiah menguat 22 poin atau setara 0,13 persen ke posisi Rp16.780 per USD jika dibandingkan perdagangan pagi yang berada di posisi Rp16.786 per USD.

Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah malah melemah 25 poin atau setara 0,15 persen menjadi Rp16.770 per USD dibandingkan sebelumnya yang berada di posisi Rp16.7657 per USD.

Adapun data informasi kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah berada di posisi Rp16.785 per USD. JISDOR adalah kurs referensi bank sentral yang digunakan sebagai dasar transaksi perdagangan berbasis valuta asing.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto
 

Ketegangan geopolitik


Sebelumnya Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung memberikan sentimen pelemahan terhadap kurs rupiah.

"Untuk hari ini, rupiah diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS," ungkapnya kepada Antara.

Mengutip Sputnik, pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.

Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam "narko-terorisme" serta dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi AS.

Serangan AS itu pun mengundang kecaman luas dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang mengkhawatirkan aksi tersebut dapat menjadi preseden yang sangat buruk dalam hubungan internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)