Penumpang di Stasiun Malang/PT KAI Daop 8 Surabaya.
Penumpang KAI Daop 8 Surabaya Diprediksi Naik 7 Persen Selama Mudik Lebaran
Daviq Umar Al Faruq • 14 March 2026 14:58
Malang: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya memprediksi lonjakan penumpang kereta api selama masa angkutan Lebaran 2026. Kenaikan jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 7 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan tren peningkatan itu sejalan dengan pertumbuhan pengguna kereta api setiap tahun. Penambahan perjalanan kereta selama masa Lebaran turut mendorong kenaikan jumlah penumpang.
“Untuk peningkatan kami prediksi ada kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Mahendro, Sabtu, 14 Maret 2026.
KAI memprediksi puncak arus mudik penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.
“Puncak arus balik sementara diprediksi tanggal 24 Maret. Tapi data ini masih bisa berubah karena penjualan tiket masih dibuka,” ujar Mahendro.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 8 menyiapkan tambahan perjalanan kereta selama masa angkutan Lebaran. Langkah ini dilakukan agar kapasitas angkut tetap mampu mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat.
Dari Stasiun Malang, KAI akan mengoperasikan dua kereta tambahan. Kedua kereta tersebut adalah KA Arjuno Ekspres dan KA Gajayana Tambahan.
“Kereta tambahan dari Stasiun Malang ada dua, yaitu Arjuno Ekspres dan Gajayana Tambahan. Hampir sama seperti angkutan Lebaran tahun lalu,” jelas Mahendro.

Stasiun Malang/PT KAI Daop 8 Surabaya.
Dengan penambahan tersebut, total terdapat 13 perjalanan kereta api yang berangkat dari Stasiun Malang selama periode angkutan Lebaran. Jumlah itu terdiri atas 11 perjalanan kereta reguler dan dua kereta tambahan.
Sementara itu, penjualan tiket kereta api dari Stasiun Malang terus menunjukkan tren peningkatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya angka pemesanan sejak penjualan tiket dibuka.
Dari total 136.000 tiket yang disediakan untuk keberangkatan dari Stasiun Malang selama periode angkutan Lebaran, sebanyak 59.000 tiket atau sekitar 43 persen telah terjual. “Dari total yang sudah terjual itu, sekitar 49.000 penumpang berangkat langsung dari Stasiun Malang. Sisanya dari stasiun-stasiun lain di wilayah Malang Raya,” kata Mahendro.
.jpg)
Penumpang di Stasiun Malang/PT KAI Daop 8 Surabaya.
Menurut Mahendro, kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh selama Lebaran. Faktor ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan menjadi alasan utama meningkatnya minat pengguna.
“Kereta api kan lebih tepat waktu, aman, dan nyaman. Selain itu juga ada stimulus diskon tiket 30 persen dari pemerintah yang mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi kereta,” ungkap Mahendro.