Amankan Lebaran 2026, Polda Sulteng Turunkan 3.739 Personel

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi. ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng

Amankan Lebaran 2026, Polda Sulteng Turunkan 3.739 Personel

Lukman Diah Sari • 11 March 2026 13:03

Palu: Polda Sulawesi Tengah mengerahkan 3.739 personel gabungan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Endi Sutendi mengatakan operasi kepolisian terpusat itu akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

“Momentum Idul Fitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” kata Endi dalam keterangannya di Palu, Rabu, 11 Maret 2026, melansir Antara.

Pihaknya, kata Endi, telah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral untuk memperkuat koordinasi antar-instansi sekaligus mengevaluasi kesiapan pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas serta langkah-langkah antisipasi lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Ia menyebut personel yang dikerahkan terdiri dari 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, serta 1.774 personel dari instansi dan pemangku kepentingan terkait.

Pengamanan akan difokuskan di sejumlah titik strategis seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta area transportasi publik seperti pelabuhan, terminal dan bandara. Ia juga mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik lebaran diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi atau sekitar 143,9 juta orang.

Ilustrasi pengamanan lebaran. (Metrotvnews.com)

Karena itu, dia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan Operasi Ketupat Tinombala 2026, termasuk melakukan inventarisasi potensi kerawanan serta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan koordinasi dan menghilangkan ego sektoral dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama lintas instansi.

Selain pengamanan, kata dia, edukasi kepada masyarakat terkait mudik yang aman dan tertib juga diminta untuk terus digencarkan melalui media sosial, media elektronik maupun media cetak. Ia menambahkan bahwa pengawasan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian guna menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan selama periode Lebaran.

“Melalui koordinasi lintas sektoral diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” jelas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)