Rupiah Ditutup Naik 87 Poin ke Rp17.894 per USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Ditutup Naik 87 Poin ke Rp17.894 per USD

Eko Nordiansyah • 30 September 2026 16:05

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Rupiah menguat dipengaruhi rencanan perdamaian AS-Iran yang membuat harga minyak dunia merosot tajam.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 30 September, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.894 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik 87 poin atau setara 0,48 persen dari posisi Rp17.981 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.860 per USD. Rupiah juga menguat sebanyak 133 poin atau setara 0,74 persen dari Rp17.993 per USD di pembukaan perdagangan sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.877 per USD. Rupiah bergerak menguat dibandingkan dengan perdagangan pada pekan sebelumnya yang di level Rp17.998 per USD.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Revisi proposal perdamaian AS-Iran

Analis mata uang Ibrahim Assuabi mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen para pejabat AS dan Iran yang tengah berbicara secara terpisah dengan pihak penengah, sebagai bagian dari upaya baru untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan, menurut pejabat dari kedua negara. 

Pembicaraan lebih lanjut diperkirakan akan berfokus pada versi revisi dari proposal tujuh hari yang diajukan Iran pekan lalu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, ungkap seorang pejabat yang mengetahui perihal negosiasi tersebut kepada Reuters.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, yang tetap berada di New York setelah menghadiri Sidang Majelis Umum, mengatakan Iran berharap menerima tanggapan AS atas proposal gencatan senjata terbarunya serta syarat-syarat Iran untuk memulihkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

"Jika pihak Amerika mengklaim bahwa mereka sedang mengupayakan kesepakatan atau solusi damai, kami telah mengajukan solusi tersebut," ujar Araqchi.

Rencana tujuh hari Iran tersebut mencakup penghentian segala permusuhan di Iran dan Lebanon, pencairan aset Iran senilai miliaran dolar, penghentian sanksi terhadap minyak Iran, serta pencabutan blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sementara itu, karena tingginya harga minyak, para pelaku pasar memperhitungkan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh The Fed, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya tanggal 15-16 September lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data CME FedWatch, pasar kini melihat adanya peluang sebesar 70 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan di bulan Oktober, menyusul serangkaian pernyataan bernada hawkish dari para pejabat The Fed pekan lalu.

Para pelaku pasar juga akan mencermati data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu, data ISM Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Kamis, serta data Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Selain itu, komentar dari para pejabat The Fed juga akan dipantau untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kebijakan bank sentral selanjutnya.

(Eko Nordiansyah)