DKI Tata Kali Kebon Melati, Targetkan Rampung 2028

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau Kali Kebon Melati, Senin 28 September 2026. Foto: Metro TV/Nattasya Amani

DKI Tata Kali Kebon Melati, Targetkan Rampung 2028

Nattasya Amani Vrazeti • 28 September 2026 14:03

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merancang penataan total kawasan di sepanjang Kali Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penataaan secara menyeluruh ditargetkan rampung pada 2028. 

“Mudah-mudahan akhir tahun 2028 atau pertengahan tahun 2028 tempat ini menjadi tempat yang berbeda seperti yang menjadi harapan kita bersama,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pengerukan Kali Kebon Melati pada Senin, 28 September 2026.

Pramono menyebut penanganan sungai sepanjang 2,3 kilometer tersebut tidak bisa lagi hanya sekadar dilakukan pengerukan semata. Melainkan harus ditata menjadi kawasan yang rapi. Ia mengaku telah tiga kali mendatangi untuk meninjau lokasi tersebut. 

“Penataannya tidak setengah-setengah di 2,3 kilometer ini. Tadi saya sudah berdiskusi dengan Pak Asisten, dengan Pak Firdaus, dengan Bu Ika, dengan Pak Wali Kota, bahwa ini akan ditangani secara menyeluruh, menjadi kawasan yang kita buat menjadi rapi,” ujar Pramono.

Dalam rencana penataan tersebut, Pramono mengatakan akan membangun turap di sisi kiri dan kanan sungai, menata ulang fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang selama ini masih bersifat parsial, serta melakukan penghijauan di sepanjang 2,3 kilometer  tersebut. Langkah ini dilakukan agar kawasan tersebut dapat menjadi contoh penanganan permasalahan perkotaan yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak tersentuh.

“Nanti kiri-kanannya dibuat turap, kemudian MCK yang selama ini masih bersifat parsial di sini nanti akan ditata secara khusus, kemudian turapnya dibuat, dan sepanjang 2,3 kilometer saya sudah minta juga dihijaukan,” ucap Pramono. 

Proses Pengerukan Kali Kebon Melati Senin, 28 September 2026. Foto: Metro TV/Nattasya Amani

Pramono juga mengungkapkan akan mendorong kemungkinan penerbitan penetapan lokasi (penlok) untuk memperkuat dasar hukum penataan kawasan ini apabila diperlukan. Terkait teknis pengerjaan, Pemprov DKI mengerahkan tiga unit Mini Spider untuk mengatasi hambatan pengerukan di area pemukiman yang sempit dan padat. 

“Di tempat ini sekarang ada 3 unit Mini Spider yang memang dikhususkan untuk melakukan penggalian di tempat-tempat yang sempit seperti ini. Tempat yang sempit seperti ini penggaliannya memang lebih jauh lebih susah, karena untuk memindahkan materi atau galiannya tadi tidak bisa serta-merta menggunakan dump truck dan sebagainya,” kata Pramono. 

Pramono mengatakan proses perencanaannya akan dipresentasikan oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta pada minggu depan, dengan target fisik mulai dikerjakan pada awal tahun depan dan estimasi waktu pengerjaan sekitar satu tahun.

“Ini nanti saya minta minggu depan Kepala Dinas Sumber Daya Air sudah mempresentasikan rencananya. Kemudian awal tahun depan sudah harus dimulai. Mungkin perlu waktu 1 tahun,” ucap Pramono. 

Pemprov DKI mengimbau kesadaran masyarakat sekitar untuk tidak kembali membuang sampah ke sungai. Menurutnya, perbaikan infrastruktur secanggih apa pun akan menjadi percuma jika kebiasaan buruk membuang sampah ke badan air masih terus dilakukan.

“Tetapi kami juga meminta kepada masyarakat untuk mempunyai kesadaran, jangan kembali membuang sampah di sungai ini. Percuma kita lakukan perbaikan kalau kemudian habit atau tabiat membuang sampah di sungai itu masih ada, dan itu akan membuat sungainya juga dengan cepat akan tersumbat kembali,” ungkap Pramono.

(Siti Yona Hukmana)